Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar: PPDB Gunakan Sistem Online, Tidak Usah Nginap di Sekolah

13 Juni 2019, 19: 27: 50 WIB | editor : Perdana

Ganjar: PPDB Gunakan Sistem Online, Tidak Usah Nginap di Sekolah

SEMARANG - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online ternyata belum mendapat respon positif di kalangan masyarakat. Masih banyak masyarakat yang berbondong-bondong mengantre di sekolah untuk mendaftarkan anak-anaknya.

Dalam pelaksanaan PPDB Online tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), fenomena masyarakat yang masih berbondong-bondong mendatangi sekolah terjadi di SMPN 1 Tawangmangu dan SMPN 1 Jaten Karanganyar. Di dua lokasi itu, orang tua calon siswa bahkan sampai menginap di sekolah demi mendaftarkan putra-putrinya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, sosialisasi sistem penerimaan online harus dilakukan secara menyeluruh.

"Makanya sistem online itu dibuat agar masyarakat tidak perlu antre ke sekolah bahkan sampai menginap. Mekanisme online dipakai agar masyarakat dimudahkan, cukup dari rumah saja bisa," kata Ganjar ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/6).

Namun kejadian PPDB SMP di Tawangmangu dan Karanganyar tersebut lanjut Ganjar akan menjadi bahan evaluasi saat pelaksanaan PPDB tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jateng.

"Ini akan jadi bahan evaluasi kami, saya minta tolong betul kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota agar memfasilitasi masyarakat. Harus ada call center yang diberikan," ucapnya.

Selain itu, Ganjar juga meminta dibuatkan tim khusus yang bertugas untuk mendampingi dan mengadvokasi masyarakat. Fungsinya sebagai fasilitator untuk memudahkan masyarakat.

"Tim harus stanby agar bisa memfasilitasi itu (pendaftaran), masyarakat harus benar-benar dimudahkan," tegasnya.

Disinggung terkait kekhawatiran masyarakat pinggiran pada akses internet, Ganjar menerangkan bahwa hal itu sudah diantisipasi. Pihaknya menegaskan telah membentuk tim khusus PPDB Online, salah satunya menggandeng PT Telkom untuk akses internet tersebut.

"Telkom sudah membantu. Kenapa kami membentuk tim PPDB, tujuannya untuk kelancaran itu. Kami sudah minta Telkom untuk memastikan kelancaran akses internet. Bahkan di beberapa tempat ada wifi yang disediakan, jadi silahkan datang. Bisa juga ke kantor dinas perwakilan di daerah-daerah yang akses internetnya lancar," ucapnya.

Meski begitu, pihaknya meminta semua tim khususnya dari pemerintah tetap berjaga-jaga mengantisipasi antrean masyarakat di sekolah saat PPDB SMA berlangsung.

"Semua harus dibantu, pemerintah harus aktif membantu, mendampingi dan menjelaskan kepada mereka," tutupnya. (bay)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia