Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Warga Meninggal karena HIV/Aids, Tetangga Takut Pegang Peti Mati

13 Juni 2019, 20: 10: 31 WIB | editor : Perdana

Warga Meninggal karena HIV/Aids, Tetangga Takut Pegang Peti Mati

SRAGEN – Warga Desa Jurangjero Kecamatan Karangmalang meninggal akibat penyakit HIV/Aids pada Rabu (12/6) malam. Dalam proses pemakaman, tidak ada warga yang berani memegang peti mati mendiang. Akhirnya peti mati korban dikerek menggunakan tali hingga ke liang lahat.

Korban diketahui bernama AM, 34, yang merupakan seorang pendatang di desa setempat. AM yang berasal dari Jakarta memiliki istri warga desa tersebut.

Informasi awal, korban meninggal akibat terlalu sering bermain game online di warnet hingga berjam-jam. Kebiasaannya tersebut membuat dia terkena penyakit vertigo yang parah.

Lantas, warga baru sadar AM merupakan orang dengan HIV/Aids (ODHA) setelah mendapat informasi dari petugas medis.

"Jadi awalnya simpang siur. Kemarin langsung dimakamkan pukul 22.30. Tapi, warga enggak ada yang berani memegang peti matinya. Akhirnya diakali pakai tali,” terang salah seorang warga yang enggan disebut identitasnya, Kamis.

Sementara itu, tokoh Desa Jurangjero Ngadiman menyampaikan, sebelumnya korban ketagihan main game online. Bahkan, keluarganya pun tidak dipedulikan karena sehari-hari korban di warnet.

Korban dan istrinya sempat tinggal di Jakarta. Namun, istrinya tidak betah dan pulang ke Jurangjero. AM sempat menyusul ke Jurangjero, lantas kembali lagi ke Jakarta.

Sementara penyakit AM baru terdeteksi sekitar 1,5 bulan lalu sampai ajal menjemput. Warga baru paham korban ODHA setelah ada petugas medis yang mengantar jenazah ke Jurangjero. 

Kordinator Komisi Penanggulangan HIV/Aids (KPA) Wahyudi membenarkan korban adalah ODHA dan dalam masa pengobatan. AM ditemukan menggelandang di kawasan Nglangon pada dua bulan lalu oleh dinas sosial. Setelah ditelusuri, ia memiliki KTP warga Desa Jurangjero, sedangkan aslinya Jakarta.   

”Istri sudah dicek, hasilnya kami belum tahu. Sedangkan anaknya satu, belum dicek. Tapi, sudah besar kemungkinan negatif. Kita menunggu hasil dari istrinya dulu, baru dicek,” jelas dia. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia