Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

KIA Belum Jadi Syarat Daftar Sekolah

13 Juni 2019, 20: 13: 03 WIB | editor : Perdana

MENGULAR: Para orang tua mengantre untuk membuat KIA di kantor Disdukcapil Karanganyar.

MENGULAR: Para orang tua mengantre untuk membuat KIA di kantor Disdukcapil Karanganyar. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Memasuki masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, para orang tua/wali murid ramai-ramai membuatkan kartu identitas anak (KIA). Padahal, pemkab sudah menegaskan, untuk PPDB tahun ini belum akan memasukkan KIA sebagai salah satu syarat.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar pada Rabu (12/6) siang, antrean tampak mengular di salah satu loket pengambilan dan pendaftaran KIA. Bahkan, beberapa orang tua nekat membawa anak mereka untuk mengantre mendapatkan KIA.

“Tadi saya datang pukul 08.00 untuk pembuatan KIA anak saya yang mau daftar sekolah. Sekarang sedang mengantre untuk pencetakakannya,” terang Sinta Nur Agraini, warga Tegalwinangun, Karanganyar Kota.

Di sisi lain, Kepala Disdukcapil Karanganyar Suprapto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Ia meminta disdikbud untuk tidak menjadikan KIA sebagai salah satu syarat mendaftar sekolah di Karanganyar.

Ada sejumlah pertimbangan yang mendasari hal tersebut. Sebab, hingga kini masih banyak anak yang belum membuat KIA. Selain itu, ketersediaan blanko KIA juga masih terbatas. Apalagi, pelayanan pembuatan baru bisa dilakukan terpusat di kantor dispendukcapil.

”Kemarin saya sudah bilang ke disdikbud, KIA jangan sampai dijadikan syarat untuk mendaftar. Karena dari sekitar 230 ribu anak di Karanganyar, yang membuat itu baru 30 persen. Ketersediaan blanko juga masih minim,” terang Suprapto.

Lebih lanjut diakui dia, membeludaknya pemohon pembuatan KIA itu disebabkan adanya informasi dari sejumlah kabupaten/kota lain yang mewajibkan setiap anak mempunyai KIA. Padahal, di Karanganyar sendiri kapasitas pelayanan KIA hanya mampu memenuhi 160 – 170 orang dalam sehari.

”Kalau blanko itu nanti tersedia banyak, kita bisa mencetak ke kecamatan-kecamatan. Tapi, karena kebijakan dari pusat seperti itu kita diminta melayani sesuai kemampuan. Ini masih tersisa 4.000 lembar, kemungkinan nanti dua pekan juga sudah habis,” papar Suprapto.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Karanganyar Tarsa membenarkan, pemkab tidak mewajibkan peserta didik untuk membuat KIA dalam persyaratan PPDB 2019.

“Iya tidak pakai KIA. Kemarin kita sudah menerima surat dari disdukcapil, kalau syarat KIA tidak digunakan untuk pendaftaran SD dan SMP,” jelas Tarsa. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia