Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Ambil Alih, Pemkab Siapkan Rp 2,2 Miliar untuk Kelola Museum Karst

13 Juni 2019, 20: 33: 40 WIB | editor : Perdana

WISATA EDUKASI: Pengunjung mengamati replika manusia purba di Museum Karst. Sejak diterjang banjir pada akhir 2017, sejumlah bangunan di tempat ini rusak. 

WISATA EDUKASI: Pengunjung mengamati replika manusia purba di Museum Karst. Sejak diterjang banjir pada akhir 2017, sejumlah bangunan di tempat ini rusak.  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pengelolaan Museum Karst di Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro bakal diserahkan ke pemkab. Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Di antaranya menata kawasan museum setempat mulai tahun ini. 

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Wonogiri Fredy Sasono optimistis Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menyerahkan pengelolaan Museum Karst tahun depan. Selama ini, baik manajemen dan aset museum digarap Badan Geologi. 

"Setelah diperbaiki (kerusakan bangunan akibat banjir) kemungkinan diserahkan kepada kita (Pemkab Wonogiri)," terangnya, Rabu (12/6). 

Penyerahan Museum Karst meliputi pengelolaan manajemen, karyawan, dan aset-asetnya. "Ya berikut sistem penggajiannya (karyawan, Red), akan kita sesuaikan. Semula dengan indeks pemerintah pusat, akan jadi indeks daerah," ungkap Fredy. 

Pada masa transisi penyerahan Museum Karst, lanjutnya, pemkab meminta pendampingan selama tiga tahun. “Jadi tidak langsung dilepas begitu saja. Pemkab masih akan meminta pendampingan. Kita masih butuh banyak ilmu kegeologian dan perawatan aset-asetnya," urainya. 

Persiapan lainnya, pemkab telah menganggarkan Rp 2,2 miliar untuk mengembangkan Museum Karts. Hanya saja, Fredy masih enggan membeberkan konsep pengembangan museum setempat. "Yang kita kelola saat ini ada 30 hektare, selain museum," tutur dia. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia