Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Pelaporan Gratifikasi Meningkat

13 Juni 2019, 21: 42: 19 WIB | editor : Perdana

SEMENTARA: Posko Unit Pengendalian Gratifikasi yang menempati ruangan di Kantor Pemkab Klaten.

SEMENTARA: Posko Unit Pengendalian Gratifikasi yang menempati ruangan di Kantor Pemkab Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Keberadaan Posko Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) yang ada di Kantor Pemkab Klaten mendapatkan respon positif. Sudah banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang memanfaatkan layanan ini. Khususnya pelaporan bingkisan Lebaran berupa parcel.

”Ada pejabat eselon II menerima tiga parcel dalam bentuk makanan dan minuman. Sedangkan seorang PNS menerima dua parcel juga dalam bentuk yang sama. Tadi setelah kami proses, langsung diserahkan ke pihak yang lebih berhak,” jelas Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Klaten Warsito Jati kepada Jawa Pos Radar Solo.

Lebih lanjut Jati mengatakan, khusus pejabat eselon II telah melaporkan melalui sambungan telepon. Lalu datang langsung ke Posko UPG dengan membawa parcelnya. Sedangkan seorang PNS lainnya mendatangai Posko UPG yang berada di ruang Wakil Bupati Klaten.

Setelah laporan diproses, parcel langsung diserahkan ke sejumlah panti asuhan di Klaten. Jati mengungkapkan, pihaknya terus menghimbau agar seluruh PNS tergugah kesadarannya untuk melaporkan indikasi praktik gratifikasi. Terutama jika menerima parcel selama Lebaran.

Imbauan disuarakan melalui grup-grup pesan WhatsApp (WA) PNS di lingkungan Pemkab Klaten. ”Ada juga PNS yang ternyata kurang mendapatkan informasi. Menerima parcel, tetapi terlanjur dimakan,” bebernya.

Inspektorat membuka kanal komunikasi seluas-luasnya terkait pelaporan ke Posko UPG. Bisa melalui telepon secara langsung atau melalui pesan singkat di media sosial seperti Twitter. Bagi pihak yang mengetahui ada PNS di lingkungan Pemkab Klaten yang meneria parcel atau bentuk lainnya, bisa ikut melaporkan. ”Laporan gratifikasi ini sebenarnya bagian dari reformasi birokrasi itu sendiri. Hingga saat ini kami belum menerima laporan dari warga,” ujarnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia