Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Petani Nila Untung Besar

14 Juni 2019, 16: 10: 41 WIB | editor : Perdana

POTENSIAL: Budidaya ikan nila di Desa Nganjat, Polanharjo.

POTENSIAL: Budidaya ikan nila di Desa Nganjat, Polanharjo. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Klaten merupakan salah satu kawasan budidaya ikan nila merah. Memanfaatkan lahan seluas sekitar 4 hektare, terdapat 30-an orang yang menggantungkan hidupnya sebagi petani ikan. Mereka mencoba meraup untung dari pengembangan ikan nila selama ini.

Warga Desa Nganjat Arif Munandar, 40, mengaku sudah menebar ikan sejak jauh-jauh hari sebelum Lebaran. Dengan harapan bisa dipanen saat Lebaran tiba. Mengingat harga jual ikan nila melambung tinggi. ”Saat Lebaran harganya bisa mencapai Rp 30 ribu per kg,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (13/6).

Arif mengaku sanggup memanen 3 kuintal dari kolamnya. Untung yang didapatnya mencapai jutaan rupiah. ”Tidak ada kendala sama sekali saat budidaya. Meskipun sempat berlangsung pancaroba,” bebernya.

Kepala Desa Nganjat Pandu Sujatmoko menambahkan, produksi ikan nila di desanya mencapai 15 ton per bulan. Dipasarkan di kawasan Jogja, Solo, dan kota-kota sekitarnya. ”Kapasitas setiap kolam ukuran 100 meter bisa menghasilkan 3-4 ton ikan nila. Sedangkan harganya Rp 28.000 per kg di hari biasa,” ucapnya.

Pandu mengungkapkan, jika pengembangan ikan nila di desanya terus akan dioptimalkan. Terlebih lagi sering kali dikerjasamakan dengan sejumlah instansi sebagai salah satu menu makanan. Dalam memanen pun dilakukan dengan penyotiran sehingga mendapatkan ikan nila yang berkualitas.

“Sebenarnya ikan nila yang diproduksi ini pernah juga diolah menjadi berbagai olahan makanan. Tetapi proses produksinya hanya kalau ada pesanan saja. Kedepannya akan terus kita lakukan pengembangan,” jelasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia