Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Selama Arus Mudik Terjadi 8 Kecelakaan, 16 Luka-Luka

14 Juni 2019, 16: 14: 29 WIB | editor : Perdana

PADAT: Arus balik di jalan Jatinom-Boyolali.

PADAT: Arus balik di jalan Jatinom-Boyolali. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Jajaran Satlantas Polres Klaten mencatat terdapat delapan kasus kecelakaan terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran kemarin. Jumlah ini mengalami penurunan 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, tidak ada korban jiwa.

Kasus kecelakaan terjadi karena faktor kelelahan para pemudik. Mayoritas terjadi di jalur arteri Solo-Jogja dan jalur-jalur alternatif.

”Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2019, tidak ada korban meninggal dunia. Korban luka-luka 16 orang. Rinciannya seorang luka berat, 15 orang luka ringan,” kata Kasatlantas AKP Bobby Anugrah Rachman mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (13/6).

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi mengungkapkan, selama arus mudik dan balik tidak terjadi kecelakaan menonjol. Arus mudik berlangsung lancar dan aman. Semua berkat dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama Pemkab Klaten.

”Memang tahun ini kendaraan yang melintas Klaten paling ramai. Apalagi menjadi jalur utama Solo-Jogja. Lebaran kedua saja kendaraan yang melintasi bisa belasan ribuan. Tetapi ini berkat fasilitas yang disediakan pemerintah daerah, sehingga arus mudik dan balik menjadi lancar,” jelasnya.

Sementara itu, data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, kendaraan roda yang melintas di hari H Lebaran sebanyak 8.000 unit dan roda dua 6.000 unit. Sedangkan di hari H+1 Lebaran, kendaraan roda empat yang melintas melonjak jadi 16.000 unit dan roda dua 10.000 unit. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia