Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Ancaman Boikot Menggema Terkait Wacana Launching Persis Solo di Madiun

14 Juni 2019, 16: 37: 56 WIB | editor : Perdana

Ancaman Boikot Menggema Terkait Wacana Launching Persis Solo di Madiun

SOLO – Langkah totalitas Pasoepati maupun Surakartans melakukan gerakan Persis-kan Surakarta dengan cara memasang bendera Persis di hampir seluruh titik di Kota Solo, ternyata tak mendapat apresiasi besar dari manajemen Persis.

Salah satu kekecewaan pemain ke-12 Persis ini lantaran munculnya agenda Persis akan mengadakan launching di Stadion Wilis Madiun. Sebuah perayaan promosi pemain yang akan dibela Pasoepati maupun Surakartans, ternyata malah digelar di luar Kota Solo.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Persis direncanakan akanmenggelar laga uji coba melawan PSM Madiun di Stadion Wilis, Minggu (16/6). Laga ini juga dijadikan sebagai launching tim Persis yang akan terjun di Liga 2 2019. Kebetulan Persis akan ber-home base di Stadion Wilis musim ini.

Selain akan memperomosikan pemain, acara ini juga akan meluncurkan jersey Persis musim ini, termasuk beberapa sponsor yang siap mendukung Laskar Sambernyawa di Liga 2.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo mengatakan semua anggotanya terang-terangan kecewa berat. Bahkan gerakan boikot bermunculan di media sosial. 

”Sangat mengecewakan jika acara launching tim saja harus sampai ke Madiun. Di Solo kan bisa, masih banyak tempat untuk acara itu. Mungkin bisa di balai kota. Suporter tentunya tidak harus susah payah harus ke Madiun hanya untuk menyaksikan launching tim,” terang Haryo Suryo.

Dalam beberapa perayaan launching tim, Persis memang selalu menggelarnya di Kota Solo. Dan sepertinya hampir seluruh klub pasti akan me-launching tim di kota tempat mereka berasal. 

Seperti tahun lalu Persis mengadakannya di Pamedan Pura Mangkunegaran, dan setahun sebelumnya Persis juga menggelarnya di acara CFD, tepat di pertigaan Pasar Ngarsopuro.

Pihaknya juga mengakui bahwa hubungan ranah suporter dengan manajemen Persis memang belum terjalin dengan baik. Beberapa kali keinginan perwakilan suporter untuk bisa berkesempatan menemui manajemen Persis pusat, selalu gagal terwujud.

”Kami sudah tiga kali mengirim surat kepada petinggi manajemen Persis yang di Jakarta, agar bersedia bertemu dengan perwakilan suporter. Ini untuk menyamakan visi dan misi, atau sekadar diskusi demi kemajuan Persis. Tapi nyatanya tidak pernah ada balasan, dan selalu dilemparkan ke pengurus manajemen di Solo,” pungkasnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia