Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Features

Tresno Arti, Manfaatkan Serbuk Kayu Jadi Media Lukisan

15 Juni 2019, 08: 10: 59 WIB | editor : Perdana

ANTIMAINSTREM: Tresno Arti sudah menekuni seni lukis serbu gergaji sejak 10 tahun lebih. 

ANTIMAINSTREM: Tresno Arti sudah menekuni seni lukis serbu gergaji sejak 10 tahun lebih.  (SERAFICA GISHA P/RADAR SOLO)

Share this      

Biasanya lukisan identik dengan cat minyak atau cat air, tapi Tresno Arti justru menggunakan lem dan serbuk gergaji sebagai media lukisan. Seperti apa karyanya?

SERAFICA GISCHA P, Solo

BOSAN melihat lukisan dari bahan cat, Tresno Arti mencoba mencari inspirasi dalam melukis. Hingga suatu saat dia melihat ada limbah kayu terbuang sia-sia. Dari sini akhirnya muncul ide untuk menggunakan serbu gergaji atau serbuk kayu ini untuk membuat sebuah karya seni lukis yang berbeda. Meski diakui awalnya tak mudah, tapi kini karya lukisan media serbuk gergaji ini  mulai dilirik para pecinta lukisan. 

“Awal 2006 saya mulai ingin bereksperimen. Kemudian uji coba dengan serbuk gergaji ini. Saya mulai cari-cari caranya agar bisa menempel dengan baik. Akhirnya menemukan formula lem dan serbuk ini sebagai media lukis. Selama ini serbuk gergaji masih dianggap sebagai kerajinan biasa, bukan sebagai karya seni,” ujar Tresno di sela-sela packing pesanan, kemarin (14/6).

Butuh waktu tiga tahu bagi Tresno untuk mengenalkan lukisan media serbuk gergaji ke masyarakat, khususnya bagi pecinta karya lukisan. Sejumlah pameran terus diikuti untuk branding sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa lukisan tak hanya sebatas cat minyak maupun cat air. Hingga akhirnya, Tresno mulai kebanjiran order untuk suvenir dari beberapa kota di Indonesia.

Untuk mendapatkan serbuk gerji, Tresno mengambil dari perajin-perajin mebel di sekitar rumahnya dan beberapa kota lainnya. Dia mengaku tidak mengalami kesulitan mendapat bahan ini karena memang selama ini serbuk gergaji hanya dibuang sia-sia.

“Susah-susah gampang menggunakan bahan ini sebagai lukisan. Ada dua kali kerja dibandingkan dengan melukis menggunakan cat minyak atau cat air. Kalau dengan media cat itu kan sekali gores sudah keluar warna dan gambarnya langsung jadi. Dengan serbuk gergaji ini kita harus membuat pola dulu. Kemudian mengaplikasikan lem yang sudah dicampur dengan warna sesuai kebutuhan gambar, baru serbuk kayu ditaburkan,” terang Tresno yang sudah belasan tahun menekuni seni lukis ini.

Tak sembarang menaburkan serbuk kayu. Sebelum digunakan, serbuk gergaji harus direndam dulu dengan pewarna agar menimbulkan warna lebih jelas. Ketelatenan dan kerumitan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Tresno terus mengeksplor karya seni tersebut. 

Namun sayang, dengan tantangan yang sebegitu rumit, tidak sepadan dengan harga jualnya. Agar bisa masuk ke dalam pasar karya seni, Tresno tidak bisa membuka harga selevel dengan karya lukis yang menggunakan cat karena sudah populer terlebih dahulu.

Untuk lukisan gergaji dengan ukuran suvenir dijual mulai Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per unit. Untuk lukisan yang besar diharga mulai Rp 300 ribu ke atas. “Saya berharap seni lukis serbuk gergaji ini bisa menjadi sebuah media karya seni bukan hanya sebagai kerajinan saja. Sebab, dengan gergaji juga bisa menimbulkan warna serta gambar yang epik dan berbeda,” ujarnya. (*/bun)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia