Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Jalan RM Said Searah, Hindari Arah Pasar Nongko

15 Juni 2019, 08: 55: 59 WIB | editor : Perdana

SEMRAWUT: Kendaraan di Jalan RM Said padat merayap setelah diberlakukan satu jalur mulai kemarin (14/6).

SEMRAWUT: Kendaraan di Jalan RM Said padat merayap setelah diberlakukan satu jalur mulai kemarin (14/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Proyek perbaikan drainase kawasan Manahan, kembali dilanjutkan Jumat kemarin (14/6). Pengerjaan proyek saluran air di sisi utara Jalan RM Said itu membawa konsekuensi pengalihan arus lalu lintas, sehingga sempat terjadi kepadatan kendaraan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta mulai Jumat kemarin (14/6) pukul 09.00 menerapkan sistem satu arah di ruas Jalan RM Said, Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari.

“Pemberlakuan satu arah di Jalan RM Said itu mulai dari simpang tiga Roti Mahkota hingga simpang tiga Sambeng atau trafficlight Rahayu (dari arah timur ke barat),” kata Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Surakarta Mudo Prayitno di lokasi kemarin. 

Agar lebih aman, dishub juga memasang sejumlah barikade di akses masuk Jalan RM Said, dekat gedung pertemuan Mangkubumen yang mengarah ke Pasar Nongko. Hal ini penting dilakukan, mengingat rekayasa lalu lintas di Jalan RM Said ini berlangsung selama sebulan ke depan atau 14 Juni sampai 14 Juli. 

“Pada pekan terakhir masa pekerjaan proyek drainase di Jalan RM Said yang dijadikan searah nanti ada pekerjaan crossing di simpang empat Rahayu. Nanti akan ada penutupan sementara simpang empat Rahayu saat DPUPR (dinas pekerjaan umum perumahan rakyat) mengerjakan crossing,” kata Mudo.

Sistem satu arah tersebut membuat arus lalu lintas dari arah barat berjalan pelan akibat ada petugas DPUPR memotong garis jalan untuk memasukkan rangka beton drainase. Dishub menyarankan pada pengguna jalan dari arah Taman Balekambang menuju Pasar Nongko bisa mencari jalur lain. 

“Kami berharap warga bisa memaklumi adanya rekayasa lalu lintas ini yang berlangsung sampai sebulan kedepan,” tutur dia. 

Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kota Surakarta Sihono mengatakan bahwa perbaikan drainase itu sempat dihentikan sebelum Lebaran kelancaran lalu lintas arus mudik. Mengingat arus kembali normal, pengerjaan proyek dimulai kembali. 

“Kemarin itu tahap perbaikan drainase kawasan Manahan sudah sampai 20 persen untuk tiga segmen pengerjaan. Ini digarap lagi,” ujar dia, kemarin.

Proyek drainase itu dalam tiga tahapan berbeda yang dikerjakan hampir bersamaan. Untuk tahap pertama bagian hilir dan tahap kedua bagian hulu mayoritas pekerjaan drainase bagian hilir sudah selesai, sementara di hulu tengah dalam pengerjaan. Begitu pula dengan tahap tiga. 

“Kekurangan pengerjaan bagian hilir dan hulu itu hanya tinggal menyisakan pekerjaan sudetan di sekitar simpang Mangkubumen. Sementara sudetan bagian hilir juga tinggal menyisakan pekerjaan di sekitar kantor dinas. Tahap satu bagian hilir dan tahap dua bagian hulu ini digarap bersamaan. Mayoritas pekerjaan drainase bagian hilir sudah selesai, sementara di hulu masih terus digarap,” beber dia. 

Kekurangan pengerjaan bagian hilir dan hulu tinggal menyisakan pekerjaan sudetan di sekitar simpang Mangkubumen. Sementara sudetan bagian hilir juga tinggal menyisakan pekerjaan di sekitar kantor dishub. “Kalau pengerjaan sudetan ini kan akan memotong jalan. Jadi memang diarahkan usai Lebaran,” jelas Sihono. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia