Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Siswa Berprestasi Bisa Pilih Sekolah

15 Juni 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Perdana

DEMI ANAK: Salah seorang orang tua siswa tengah mencoba sistem PPDB online.

DEMI ANAK: Salah seorang orang tua siswa tengah mencoba sistem PPDB online. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) sempat membuat siswa berprestasi mengubur mimpi mendaftar di sekolah yang diinginkan. Namun, pemkab berencana menambah kuota penerimaan siswa jalur prestasi dari 5 persen menjadi 20 persen di masing-masing sekolah.

Kebijakan itu buntut peristiwa antrean PPDB malam di sejumlah SMP, Rabu (12/6) lalu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan langsung melakukan evaluasi besar-besaran. Kebijakan baru akan diterapkan. Mulai dari merubah sistem pendaftaran dari offline ke online (dimulai 1 Juli). Disdikbud juga berencana menambah kuota penerimaan siswa didik jalur prestasi menjadi 20 persen.

”Kalaupun dengan jalur zonasi, itu juga harus dilakukan dengan prestasi atau nilai peserta didik. Bukan urutan atau yang duluan mendaftar. Akan tetapi urutan nilai komulatif dari lulusan SD. Kita akan atur presentase, melihat berdasar lulusan SD. Berada di mana saja mereka, dan letak geografisnya seperti apa,” jelas Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Menurutnya, pemkab mempunyai wewenang untuk menerapkan kebijakan tersebut melihat situasi yang terjadi di lapangan. Meskipun sesuai dengan ketentuan Kemendikbud ada tiga jalur PPDB. 90 persen zonasi, 5 persen jalur prestasi dan 5 persen jalur perpindahan.

”Jangan sampai zonasi itu mengabaikan potensi bagi masyarakat yang berada di dekat sekolah. PPDB bisa kita atur, bisa lewat surat keputusan bupati, peraturan bupati atau aturan lainnya. Karena proses ini adalah hak masyarakat untuk cerdas,” beberanya.

Terkait perubahan sistem dari offline ke online, saat ini disdikbud sedang koordinasi dengan pihak ketiga selaku pelaksana. Sekretaris Disdikbud Karanganyar Agus Haryanto mengungkapkan, tahapan-tahapan ataupun tata cara dalam proses PPDB online semakin dimatangkan.

”Ini baru menyusun teknisnya. Kalau secara online ya mestinya tidak harus datang ke sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan, untuk yang kurang paham dengan IT, nanti dinas dan sekolah juga akan membantu untuk memfasilitasi. Sesuai ketentuan Jukni yang saat ini baru kita garab,” terang Agus. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia