Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Nominal Bantuan RLTH Berbeda Rawan Polemik

15 Juni 2019, 16: 50: 59 WIB | editor : Perdana

KURANG LAYAK: RTLH yang menjadi target perbaikan menggunakan beragam sumber anggaran.

KURANG LAYAK: RTLH yang menjadi target perbaikan menggunakan beragam sumber anggaran. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Tahun ini pemkab menargetkan membedah ribuan rumah tidak layak huni (RTLH). Pencairan bantuan langsung masuk rekening penerima.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Aris Tri Budoyo menjelaskan, nominal bantuan RTLH berbeda-beda tergantung sumber anggarannya. Yakni dari dari Rp 10 juta sampai Rp 17,5 juta.

"Anggaran yang dari dana alokasi khusus (DAK) Rp 17,5 juta per rumah. Dari APBD Rp 15 juta per rumah. Lalu dari CSR (corporate social responsibility, Red) perusahaan atau BUMN Rp 15 juta per rumah. Sedangkan bantuan Provinsi Jateng Rp 10 juta per rumah," urainya, Jumat (14/6).

Aris mengakui perbedaan nominal bantuan RTLH berpotensi menimbulkan polemik jika informasi yang disampaikan tidak menyeluruh. Seperti diduga dana digelapkan.

"Dana langsung ditransfer ke rekening penerima tanpa ada potongan. Langsung digunakan membeli material,” jelas dia.

Ditambahkan Aris, dari pemutakhiran basis data terpadu (PBDT) 2015 ada sebanyak 43.232 unit RTLH di Wonogiri. Namun setelah melalui verifikasi dan validasi data tingga 25.002 unit RTLH. Terdiri dari 10.744 rumah rusak berat, 13.742 rusak sedang, dan 516 rusak ringan.

Adapun rincian RLTH yang akan direvitalisasi dan sumber anggarannya yakni dari DAK sebanyak 174 unit RTLH dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar, APBD Wonogiri senilai Rp 5 miliar untuk 333 unit RTLH, bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Rp 12 miliar untuk 695 unit RTLH, APBD Provinsi Jateng digunakan rehap 753 unit RTLH, dan 200 RTLH dibedah memakai dana CSR perusahaan.

Selain itu, ada 955 unit RTLH yang akan mendapatkan bantuan rehab dari dana desa. Nominalnya disesuaikan kemampuan keuangan desa. “Rata-rata per rumah mendapatkan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Tergantung kemampuan keuangan desa,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Semedi Budi Wibowo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menuturkan, pemkab memprioritaskan rehab lebih dari 10.000 RTLH yang masuk kategori rusak berat. "Yang dibangun skala prioritas. Yang 10.000 ini dulu kita prioritaskan," ucapnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia