Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

BPBD Klaten Droping 30 Tangki Air Bersih

15 Juni 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : Perdana

SUDAH BERJALAN: Droping air bersih dari BPBD Klaten di Desa Kendalsari, Kemalang, Klaten.

SUDAH BERJALAN: Droping air bersih dari BPBD Klaten di Desa Kendalsari, Kemalang, Klaten. (BPBD KLATEN FOR RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus meningkatkan kesiagaan. Salah satunya dengan mendirikan posko siaga darurat bencana kekeringan. Dipusatkan di Kantor BPBD Klaten. Sedangkan pada periode Mei hingga Juni ini, sudah melakukan droping air bersih sebanyak 30 tangki.

Berdasarkan data BPBD Klaten, terdapat enam desa di dua kecamatan yang telah dibantu air bersih. Yakni Desa Kendalsari, Sidorejo, dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Serta Desa Temuireng, Socokangsi, dan Bandungan, Kecamatan Jatinom.

”Kami memperhatikan rekomendasi BMKG Semarang, bawah wilayah Klaten memasuki musim kemarau pada minggu pertama Mei. Berakhir minggu keempat Oktober. Secara keseluruhan terdapat 180 hari atau persis 6 bulan. Berdasarkan SK bupati, Mei-Oktober merupakan siaga darurat kekeringan,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Sri Yuwana Haris Yulianta kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (14/6).

Sejak keluarnya SK tersebut, sejumlah desa mengajukan bantuan droping air bersih. Melalui pemerintah desa yang ditujukan kepada BPBD. Nantinya segera dikirimkan sesuai kebutuhan yang diminta. Diprioritaskan untuk warga secara keseluruhan, ditempatkan pada bak penampungan komunal.

”Bantuan air gratis tanpa dipungut biaya sama sekali. Sudah dianggarkan melalui APBD 2019 sebesar Rp 200 juta. Anggaran itu kami bagi jadi 800 tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Sampai hari ini (kemarin) baru 30 tangki yang sudah di droping. Saya kira mencukupi hingga Oktober mendatang,” terang Haris.

Berkaca tahun lalu, dibutuhkan sebanyak 748 tangki air bersih. Mencukup 23 desa di 9 kecamatan yang terimbas bencana kekeringan. Dari data tersebut, BPBD optimistis dapat memenuhi permintaan droping air bersih.

Jika tidak mencukupi, akan memanfaatkan pos dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 539 juta. Berdasarkan data BMKG Semarang, puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi sepanjang Agustus. BPBD meminta warga meningkatkan kewaspadaan. Di samping status Gunung Merapi yang masih waspada.

”Langganan kekeringan di Kecamatan Kemalang, Jatinom, Manisrenggo, Karangnongko, Tulung, Bayat, Trucuk, Pedan, dan Karangdowo. Sepertinya akan ada permintaan droping air bersih dari salah satu kampung di Kecamatan Trucuk. Tetapi suratnya belum masuk,” bebernya.

Kepala BPBD Klaten Sip Anwar menambahkan, penangananya bencana kekeringan menjadi prioritas. ”Terutama warga yang berada di dataran tinggi, pasti kesulitan air bersih,” ujar mantan Camat Jatinom tersebut. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia