Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Jalan Bali Belum Bersih PKL

15 Juni 2019, 10: 55: 59 WIB | editor : Perdana

MANDIRI: Pembongkaran lapak PKL di Jalan Bali Klaten.

MANDIRI: Pembongkaran lapak PKL di Jalan Bali Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pedagang kaki lima (PKL) yang masih menempati Jalan Bali, Kecamatan Klaten Tengah berinisiatif membongkar lapaknya, kemarin (14/6). Mengingat hari ini, batas akhir mereka berdagang di lokasi tersebut. Selanjutnya, oleh Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) dan UMKM, mereka direlokasi ke Pasar Buah Sungkur. Sayangnya, masih ada PKL yang berjulan, kemarin.

Saat PKL lain membongkar lapak, Margini, 55, terlihat masih berdagang di Jalan Bali. Berjualan aneka buah-buahan. ”Saya memang belum melakukan pembongkaran, karena tukangnya baru bisa besok (hari ini). Saya tetap akan lakukan pembongkaran secara mandiri, mengikuti arahan dari dinas,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Margini beruntung mendapatkan kios di sisi depan Pasar Buah Sungkur. ”Rezeki itu sudah ada yang mengatur. Tidak keberatan dipindah. Apalagi jalan di depannya dua arah dan cukup ramai,” bebernya.

Sementara itu, nasib berbeda dialami Suratmi, 50. PKL Jalan Bali ini mengaku sudah membongkar lapak sejak pertengahan bulan puasa lalu. Tetapi usai dibongkar, pedagang nasi sayur itu kelimpungan. Lantaran belum mendapatkan kios pengganti di Pasar Buah Sungkur.

”Kios saya belum dibangun sama sekali. Sebatas diberi patok saja di Hutan Kota Sungkur. Bersebelahan dengan Pasar Buah Sungkurnya,” keluh Suratmi.

Suratmi terus menanyakan kejelasannya tempatnya berjualan. Dirinya mendapatkan informasi dari disdagkop, baru akan dibangun Oktober mendatang. Dia berharap segera ada solusi, karena berjualan nasi sayur merupakan sumber penghasilan utama keluarganya.

”Jujur saja banyak hutang yang harus dicicil. Apalagi untuk biaya anak sekolah juga. Saya harap dinas bisa memahami kondisi para pedagang yang belum dapat kios,” ujarnya.

PKL Jalan Bali tergabung dalam Paguyuban Koperasi Rejeki. Belum seluruhnya mendapatkan kios. Mengingat jumlah kios yang ada di Pasar Buah Sungkur hanya 48 unit saja. 

Sebelumnya, Kepala Disdagkop dan UMKM Klaten Bambang Sigit Sinugroho mengungkapkan, deadline pembongkaran kios hari ini. Jika tidak mengindahkan aturan, akan dilakukan pembongkaran secara paksa. Karena deadline ini merupakan kesepakatan bersama antara dinas dan paguyuban PKL. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia