Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Terkait PPDB, Kepala Disdik: Bukan Anak atau Cucu, Coret

16 Juni 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Etty Retnowati , Kepala Disdik Surakarta

Etty Retnowati , Kepala Disdik Surakarta

Share this      

POTENSI kecurangan PPDB telah diantisipasi jauh-jauh hari oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta. Termasuk kemungkinan calon murid baru mendadak pindah data kependudukan yang masuk zona 1 sekolah favorit.

Kepala Disdik Surakarta Etty Retnowati menegaskan, meskipun calon murid baru berpindah data kependudukan, namun status di kartu keluarga (KK) bukan anak atau cucu, maka secara otomatis akan ditolak oleh sistem. 

“Segala potensi kecurangan sudah kita antisipasi sejak awal. Khusus untuk PPDB, (data kependudukan, Red) baru akan diterima sistem jika statusnya (calon murid baru, Red) anak atau cucu. Tidak boleh keponakan, atau family lain. Berarti kalau pindah, ya harus pindah satu keluarga, tidak bisa anaknya saja,” bebernya.

Kabid SMP Disdik Surakarta Bambang Wahyono menambahkan, selain berstatus anak atau cucu, data kependudukan calon murid akan diterima oleh sistem jika anak bersangkutan minimal sudah setahun tercatat dalam KK. 

“Jadi minimal Juli tahun lalu anak tersebut sudah pindah KK, dan yang harus digaris bawahi, statusnya harus anak atau cucu,” ungkap dia.

Sebab itu, Bambang berharap tidak ada lagi oknum orang tua berbuat curang agar anaknya diterima di sekolah favorit. Mengingat sistem yang diterapkan cukup ketat dan kualitas semua sekolah di Kota Bengawan sama. “Yang penting (tergantung niat, Red)  anaknya. Ketika belajar harus tekun dan disiplin,” ucap dia.

Terpisah, Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surakarta Suprapti Ningsih menuturkan, sejak enam bulan terakhir tidak ada lonjakan pengajuan perpindahan data KK.

“Rata-rata pindah data sekitar 70-80 pengajuan per hari. Itu normal. Artinya tidak ada peningkatan mencolok,” jelasnya.

Warga yang mengajukan pemindahan data KK harus memenuhi persyaratan. Seperti pengantar dari RT dan RW, membawa KK lama dan KK yang ditumpangi.

Selanjutnya surat keterangan pindah dan atau surat keterangan pindah datang dan telah tinggal atau berdomisili  satu tahun, kecuali atas izin kepala daerah melalui kepala dinas bersangkutan bagi yang tinggal kurang dari satu satu tahun.

Syarat lainnya, surat pernyataan domisili bermeterai ditandatangani tetangga terdekat di tempat tujuan dengan melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku.

Kasi Identitas Penduduk Disdukcapil Surakarta Subandi memaparkan, peningkatan pemohon terjadi pada legalisasi kependudukan. Jumlah pemohon lebih dari 100 orang per hari. “Saya tidak tahu apakah syarat ini (legalisasi kependudukan, Red) diwajibkan. Pemohon hanya bilang untuk berjaga-jaga. Informasi yang saya dapat, pendaftaran SD/SMP tidak butuh legalisasi. Kalau SMA saya kurang paham,” katanya.

Di lain sisi, untuk pemerataan kualitas sekolah, Disdik Surakarta memindahkan sejumlah guru yang memiliki kemampuan menonjol ke sekolah lainnya. “Diharapkan guru tersebut bisa membawa energi positif ke sekolah baru. Predikat sekolah favorit dan sebagainya itu bisa tersebar merata,” tuturnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia