Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

RSUD Bung Karno Belum Bisa BPJS, Desak Sosialisasi

16 Juni 2019, 16: 05: 59 WIB | editor : Perdana

FINALISASI: Anggota DPRD Surakarta saat mengecek alat kesehatan di RSUD Bung Karno.

FINALISASI: Anggota DPRD Surakarta saat mengecek alat kesehatan di RSUD Bung Karno. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Belum diberikannya pelayanan bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai pengelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno mendapat sorotan dari anggota DPRD Surakarta. Mereka mendesak pemkot gencar melakukan sosialisasi terkait kebijakan tersebut agar tidak ada masyarakat yang merugi.

Ketua Komisi IV DPRD Surakarta Paulus Haryoto menjelaskan, ekspektasi masyarakat terhadap RSUD Bung Karno yang rencananya diresmikan 17 Agustus mendatang sangat tinggi. Khususnya bagi peserta BPJS.

“Apalagi ini adalah rumah sakit milik pemkot. Mereka (masyarakat) pasti berpikir bisa menggunakan BPJS. Ternyata kan butuh proses administrasi dulu. Ini yang saya rasa penting, yakni memberi pemahaman kepada masyarakat agar nanti jangan sampai gelo (kecewa),” katanya, Sabtu (15/6).

Paulus berjanji seluruh anggota dewan akan turut membantu sosialisasi kepada masyarakat di masing-masing wilayah. Sosialisasi yang bakal dilakukan yakni terkait sudah beroperasinya RSUD Bung Karno mulai 17 Agustus. Selanjutnya menginformasikan bahwa selama proses administrasi kerja sama dengan BPJS belum selesai, RSUD Bung Karno belum menerima pasien peserta BPJS.

“(Pasien, Red) yang punya BPJS sementara kita arahkan ke RSUD Ngipang. Sama-sama milik pemkot juga. Nanti kalau sudah ada kerja sama dengan BPJS kita sosialisasikan kembali,” terangnya.

Di lain sisi, legislator PDI Perjuangan ini mengapresiasi upaya pemkot segera meresmikan RSUD Bung Karno. Dengan hadirnya rumah RSUD kedua milik pemkot tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dan menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat kurang mampu.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Bung Karno Bintang Setya Nusantara menegaskan komitmen rumah sakit memberi pelayanan kepada warga tidak mampu secara ekonomi. Menurutnya, meski rumah sakit belum melakukan kerja sama dengan BPJS, pihaknya memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin.

“Terlebih ini rumah sakit milik pemkot, jadi tidak profit oriented. Kalau memang ada warga kurang mampu, tidak memiliki BPJS, akan tetap kita tangani,” ucapnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia