Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Frekuensi KA Padat, Bongkar Hunian Ekstrahati-hati

16 Juni 2019, 10: 35: 59 WIB | editor : Perdana

TANAH NEGARA: Bangunan di jalur KA Transito, Pajang, Laweyan segera dibongkar. 

TANAH NEGARA: Bangunan di jalur KA Transito, Pajang, Laweyan segera dibongkar.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – PT Kereta Api Indonesia meminta pemkot mengawasi proses pembongkaran bangunan di sekitar jalur kereta api (KA) kawasan Transito, Pajang, Laweyan yang terdampak proyek underpass. Mengingat frekuensi perjalanan KA di lokasi tersebut cukup padat. Sebanyak 105 kereta melintas per harinya.

Wakil Kepala Stasiun Purwosari Herry Indrayanto mengatakan, faktor keselamatan selama proses pembongkaran menjadi utama karena lokasi sejumlah bangunan mepet jalur KA. Apalagi bila pembongkaran menggunakan alat berat. 

"Tangal 1 Juli  mulai dibongkar. Maksimal dua pekan setelahnya puing-puing bersih agar tidak mengganggu perjalanan KA,” terangnya, Sabtu (15/6).

Menurut Herry, PT KAI tak akan memberikan ganti rugi pembongkaran. Sesuai Undang-Undang Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian, PT KAI berhak memanfaatkan lahan di sekitar tanah perusahaan. Artinya, jika lahan bersangkutan digunakan warga dan diminta kembali oleh PT KAI tak akan ada ganti rugi.

Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdag) siap melakukan komunikasi dengan PT KAI agar pembongkaran dapat dilakukan dengan teknis yang paling tepat. "Diutamakan bangunan yang mudah dibongkar dengan melibatkan anggota satpol PP dan Linmas. Termasuk jika membutuhkan alat berat dari DPUPR (dinas pekerjaan umum penataan ruang,Red) agar tidak mengganggu jalannya KA," ujar Kepala Bidang PKL Disdag Surakarta Didik Anggono. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia