Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Pasoepati Tak Gelar Tour Resmi di Launching Persis

16 Juni 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Perdana

KANGEN SUASANA INI: Suasana launching Persis Solo di acara CFD 2 tahun silam. Musim ini, Persis memilih Madiun untuk lokasi launching tim mereka untuk Liga 2 2019.

KANGEN SUASANA INI: Suasana launching Persis Solo di acara CFD 2 tahun silam. Musim ini, Persis memilih Madiun untuk lokasi launching tim mereka untuk Liga 2 2019.

Share this      

MADIUN – DPP Pasoepati memutuskan untuk tidak mengadakan tour resmi di Stadion Wilis Madiun, untuk perayaan launching tim Persis Solo, yang dibarengi dengan laga uji coba dengan PSM Madiun, hari ini (15/6). Keputusan ini juga membuat banyak anggota Pasoepati memilih untuk tak berangkat ke Madiun, karena kekecewaannya terhadap keputusan manajemen yang tak menggelar launching di Kota Solo.

”Ini tentu keputusan DPP dan perwakilan korwil. Kami tak mempermasalahkan kalau anggota tetap ada yang ke sana, toh kita sudah menegaskan bahwa tak ada tour resmi. Jadi kalau ada apa-apa di sana itu tentu di luar tanggung jawab kita,” terang Presiden DPP Pasoepati, Aulia Haryo kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Situsi ini tentu membuat launching tim Persis, sepertinya terancam akan kurang greget. Satu komunitas suporter Persis lainnya yakni Surakartans sendiri belum mengungkapkan pernyataan resminya terkait keputusan launching ini. Apakah akan mengikuti jejak yang sama seperti Pasoepati, atau tidak.

”Untuk boikot ini hanya untuk launching, untuk laga di kompetisi resmi tak masalah bagi kami dukung harus di Madiun. Walaupun seruan boikot hingga akhir kompetisi juga bergema di arus bawah, namun kita tetap menunggu iktikad baik manajemen dulu,” terangnya.

”Kita sudah meminta untuk bertemu pimpinan Persis, untuk bisa menyatukan suara soal musim ini. Namun surat resmi kita juga tak pernah digubris, kita merasa seperti tidak dianggap,” keluhnya.

Beberapa tim internal Persis juga menyindir keputusan Persis Solo yang memilih untuk menggelar launching tim di Madiun. ”Selama saya masih jadi pemain (1980-an) hingga saat ini jadi pengurus (sepak bola pembinaan di Solo), saya baru dengar Persis memutuskan launching timnya di luar Solo. Ini lucu, dan sedikit aneh lebih tepatnya. Masa sekadar memperkenalkan pemain Persis di tanah kelahirannya sendiri tidak bisa. Kasihan nanti masyarakat Solo banyak yang tak hapal pemain yang akan mereka bela nanti,” terang pengurus tim internal PS UMS, Bambang Nugroho. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia