Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Features

Soerakarta Walking Tour Hidupkan Kenangan Lama dengan Trip Bercerita

16 Juni 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Soerakarta Walking Tour Hidupkan Kenangan Lama dengan Trip Bercerita

Soerakarta Walking Tour (SWT) terbentuk dari sekelompok pecinta sejarah yang sama-sama ingin berbagi tentang cerita sejarah. Sejarah apa saja? Apapun. Sejarah disampaikan dengan cara yang simple melalui trip yang bercerita. Tujuannya, menghidupkan kenangan. Baik dari sisi cerita maupun gambar. Harapannya, cerita sejarah Kota Bengawan tidak hanya berhenti. Namun dapat dikembangkan menjadi magnet pariwisata.

”Tujuan lainnya, biar bisa foto-foto selfie di tempat-tempat bersejarah Kota Solo,” kelakar salah seorang member SWT, Sayid Basunindyo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dalam trip sejarah yang dilakukan, member SWT mengunjungi objek-objek untuk mengenal sejarah tempat tersebut secara mendalam. Sayid mencontohkan saat mengunjungi keraton, member SWT diajak membahas soal sejarah keraton. Lengkap dengan cerita sejarah lainnya yang berkaitan, misalnya keraton pada masa kemerdekaan, dan lain sebagainya.

”Pecinta sejarah itu kan penasaran, apa sih cerita yang ada di objek tersebut. Apa sih sejarah di balik objek tersebut. Saat trip, kita bahas tuntas semuanya,” sambungnya.

Member SWT didominasi kalangan muda, sekitar usia 25 sampai 30 tahun. Meski ketertarikan mereka masih seputar spot selfie yang unik atau karena kebutuhan materi edukasi seperti tugas dan skripsi. Sayid mengaku itu sudah lebih dari cukup bagi kelompok pecinta sejarah.

”Banyak pengalaman berkesan selama menjadi member SWT. Kami jadi lebih tahu soal kebesaran budaya yang kita miliki. Bahkan ketika dulu saat masih banyak keterbatasan. Jadi mikir, dulu aja nenek moyang kita yang masih semi primitif, terbatas teknologi, ilmu sains, dan lain sebagainya, bisa jaya. Kenapa sekarang kita engga? Itulah kesan mendalam yang saya rasakan,” bebernya.

Sayid lantas teringat dengan kalimat yang dikatakan Bung Karno, Bapak Proklamator Indonesia: jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Sayid mengartikan kalimat tersebut bahwa kita sekarang ada dan bisa seperti sekarang karena ada orang-orang terdahulu yang berjuang.

”Jadi menurut saya, saya bisa hidup di negara dan kota yang damai nan tenteram ini karena andil orang-orang terdahulu yang merupakan pelaku sejarah. Jadi sejarah adalah bagian penting atau awal dari kehidupan kita,” sambungnya.

Sayid dan member SWT lainnya percaya belajar sejarah bukan berarti membenamkan diri dalam masa lalu. Namun lebih pada belajar mengetahui sejarah yang dapat merefleksikan diri. Agar apa yang terjadi di masa depan lebih baik dari masa lalu.

”Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Pengalaman itulah yang nantinya menjadi cerita sejarah kita dan berkembang menjadi sejarah suatu generasi. Itulah pentingnya mengetahui sejarah,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia