Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Persis Nyaris Dipermalukan Tim Debutan Liga 3

17 Juni 2019, 14: 52: 34 WIB | editor : Perdana

Persis Nyaris Dipermalukan Tim Debutan Liga 3

SOLO – Sinyal bahaya mendera Persis Solo menjelang laga perdana di Liga 2 pada 22 Juni mendatang. Meski menang 2-1 melawan PSM Madiun di Stadion Wilis Madiun pada laga uji coba Minggu malam (16/6), namun performa Laskar Sambernyawa kurang memuaskan. Terbukti, anak asuh Agus Yuwono ini harus susah payah menundukkan tim tuan rumah. 

Bila kondisi ini tidak diperbaiki, bukan tidak mungkin saat bersua di kandang Mitra Kukar pada laga perdana nanti, Persis bisa kedodoran. ”Kami terlalu banyak uji coba dengan tim lokal. Ini jadi kendala juga. Strategi taktikal kami harus diperbaiki lagi di sisa waktu yang ada (sebelum kick off Liga 2),” terang Pelatih Persis Solo Agus Yuwono usai laga kemarin.

Sepanjang permainan kontra PSM kemarin, banyak kesalahan yang terjadi di kubu Persis. Bahkan permainan Persis di babak pertama hingga awal-awal babak kedua terbilang sedikit monoton. Beberapa peluang tak terlalu membahayakan. Persis bahkan tertinggal lebih dulu di menit ke-81, lewat sundulan salah satu pemain PSM.

Masuknya Ilham Irhas dan Nanang Asripin sejak menit ke-75, ternyata jadi keputusan tepat. Keduanya jadi kunci Persis bisa tidur pulas malam kemarin. Nanang Asripin yang beraksi di sisi kanan pertahanan lawan, dijegal dikotak terlarang di menit ke-84’. Sayang M Isa yang jadi algojo tak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke pojok kiri gawang, sukses ditepis kiper PSM, Joko Edy.

Beruntung satu menit kemudian, angin segar datang. Bermula dari tendangan bola mati Vandy Prayogo di sisi kanan garis serang Persis, disambut tandukan kepala Wahyu Kristanto ke arah mulut gawang. Dengan cukup mudah Ilham Irhas menyambutnya lewat sundulan bola ke gawang lawan.

Gol ini membuat motivasi anak-anak Persis semakin bergelora untuk memenangkan pertandingan. Di menit injury time, tendangan Jodi Kustiawan dari lini pertahanan Persis menuju ke arah gawang lawan. Dalam duel udara, ternyata bola tak bisa dijangkau pemain lawan, hingga membuat bola mengarah ke kaki Nanang Asripin. Tendangan kerasnya akhirnya gagal dihalau kiper PSM. Skor 2-1 pun berpihak ke Persis. Gol ini membuat Tegar Hening Pangestu dkk lega.

”Ini pencapaian yang sangat luar biasa. Bisa dibilang persiapan kami hanya seminggu. Dengan hasil ini kami bisa melihat kekurangan kami seperti apa. Persis sudah membentuk tim sejak lama. Kami dapat banyak pembelajaran dari laga ini,” terang Pelatih PSM Madiun Edy Subagio.

Di sisi lain, laga ini juga jadi ajang launching tim Persis Solo untuk kompetisi Liga 2 2019, dan jadi ajang celebration game kembalinya PSM Madiun yang sudah hampir 10 tahun vakum dari hingar bingar kompetisi Liga Indonesia. Laga antara sesama pendiri PSSI ini memang jadi ajang kulonuwun-nya Persis Solo yang memutuskan ber-home base di Stadion Wilis musim ini. Menyusul revitalisasi Stadion Manahan belum kelar.

Dipastikan hanya ada empat nama pada musim lalu yang masih bertahan. Mulai dari Andri Prabowo, Dedi Tri Maulana, Tegar Hening Pangestu, dan Okky Derry. Sisanya diisi muka-muka baru. Mulai dari Ugiek Sugiarto (eks Kalteng Putra), Hapidin (eks Persiraja Banda Aceh) hingga trio eks penggawa PSS Sleman musim lalu, Vandy Prayogo, Ilham Irhas, hingga  Slamet Budiono. ”Satu kata, wis wayahe Liga 1. Insyaallah tahun ini adalah momennya. Semoga musim depan impian kita bisa berada di kasta tertinggi,” terang Manajer Persis Solo, Catur Prasetya. (nik/bun)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia