Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Investor Saham Belum Merata, Literasi Pasar Modal Masih Rendah

17 Juni 2019, 15: 22: 58 WIB | editor : Perdana

Investor Saham Belum Merata, Literasi Pasar Modal Masih Rendah

SOLO – Investor pasar modal untuk wilayah eks Karesidenan Surakarta dan sekitarnya masih didominasi di Kota Solo. Seiring dengan masih rendahnya literasi pasar modal di daerah. Hal ini diakui Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta M. Wira Adibrata. 

Wira menjelaskan, pada 2018, dari total investasi sebesar Rp 42 triliun, Kota Solo meraup Rp 30 triliun. Sisanya menyebar ke berbagai daerah, seperti Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Dengan rata-rata investasi Rp 3,5 triliun per bulan.

”Kondisi ini tak jauh berbeda, tahun ini. Berdasarkan data yang ada, pada Januari 2019, total investasi mencapi Rp 5 triliun. Porsi di Kota Solo sebesar Rp 4 triliun sendiri,” jelas Wira saat dijumpai Jawa Pos Radar Solo di ruang kerjanya, Sabtu (15/6). 

Ditambahkan Wira, selain Kota Solo, kabupaten yang investasinya sudah lumayan tinggi, yakni Sukoharjo sebesar Rp 700 miliar. Disusul Klaten sebesar Rp 200 miliar dan Karanganyar Rp 100 miliar. Kemudian menyusul Wonogiri, Boyolali, dan Sragen yang masih di kisaran angka puluhan juta. Kendati demikian, pada Maret kemarin terjadi penurunan yang cukup signifikan menjadi Rp 1,8 triliun.

Memasuki April juga turun lagi menjadi Rp 1,4 triliun. Penyebab penurunan ini karena dua bulan terakhir mengalami kelesuan investasi. Terimbas kondisi ekonomi dan beberapa faktor sentimen negatif lainnya.

Melihat model masyarakat Kota Solo, tujuannya masih di investasi, bukan sebagai trader. Sehingga ketika kondisi ekonomi memburuk, tidak mengalami pengaruh signifikan. Karena jumlah invetasinya lumayan kecil.

”Untuk menambah geliat pasar modal, kami juga membuka layanan informasi di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Surakarta. Seperti yang kita tahu, bahwa di sana banyak pelaku usaha besar yang sering datang. Bisa mempersiapkan diri untuk melantai ke bursa efek. Dengan begitu mampu menumbuhkan penetrasi di setiap daerah, juga untuk meningkatkan investornya,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia