Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pelanggan PDAM Mengeluh Air Menyusut

Imbas Penutupan Sementara Sumur Dalam

17 Juni 2019, 16: 15: 06 WIB | editor : Perdana

Pelanggan PDAM Mengeluh Air Menyusut

SUKOHARJO – Upaya pemberhentian sementara operasional sumur dalam PDAM di Dusun Kragilan, Desa Pucangan, Kartasura menimbulkan polemik. Volume sumur warga yang sempat mengering mulai bertambah seiring penutupan tersebut. Namun di sisi lain pelanggan PDAM di kawasan itu mengeluhkan suplai air yang menyusut.

Pengecekan volume air di beberapa sumur warga Dusun Kragilan oleh PDAM Tirta Makmur Sukoharjo masih terus berlanjut. Ketua RW 15 Dusun Kragilan, Pucangan, Sudarsono mengungkapkan, pengecekan sumur warga dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00. Tepatnya di 21 sumur milik warga. Selama dimatikannya operasional sumur dalam PDAM, volume sumur warga berangsur membaik.

”Rata-rata volume air di sumur warga sudah naik sekitar 50 centimeter. Kami kan tidak meminta pasokan air dari PDAM ya, jadi seadanya menggunakan air sumur. Cukuplah untuk MCK (mandi, cuci, kakus) dan buat masak,” jelas Sudarsono.

Di lain pihak pelanggan PDAM mulai mengeluhkan pasokan air yang menyusut. Hal tersebut diungkapkan Sundari, warga Dusun Gunung, Pucangan.

”Kemarin (15/6) seharian airnya mati. Ini sudah mulai menyala, namun ya nggak lancar airnya. Kalau sudah mulai siang airnya kadang mati,” terang Sundari sambil menunjukkan air kran yang keluar tidak terlalu deras.

Sundari mengaku sudah berlangganan PDAM sejak lima bulan terakhir. Dan masyoritas warga Dusun Gunung juga memasang PDAM.

”Di sini ada 50 KK (Kepala keluarga) lebih yang pasang PDAM. Pusing kami, karena air PDAM yang katanya dari Gonilan juga kurang lancar. Padahal kami hanya mengandalkan air dari PDAM. Karena alirannya kecil, sekarang pakainya diirit-irit,” imbuh Sundari.

Sementara itu Kabag Teknik PDAM Sukoharjo, Mat Hasyim menjelaskan, pengecekan air sumur bertujuan untuk melihat volume sumur warga dan juga volume sumur pantau PDAM.

”Supaya adil pengecekan dilakukan juga di dua sumur pantau milik PDAM. Nanti dihitung bersama volume air dan kedalam sumur. Karena air sumur kan tenang. Jadi gampang nanti hitung volume airnya. Kalau semisal sumur pantau turun volumenya katakanlah 1 meter, maka harusnya di sumur wargapun demikian,” imbuhnya.

Pengecekan sendiri dilakukan setiap pukul 08.00 WIB dan dilakukan secara berurutan sesuai urutan ukur pengecekan pertama. Hal ini agar jelas ada tidaknya peningkatan volume air di sumur warga maupun sumur pantau.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air 600 pelanggan PDAM, pihaknya tetap mengirimkan air namun kecil. PDAM mengirimkan air melalui perpipaan di mana air bersih diambilkan dari PDAM Gonilan, Kartasura.

”Untuk pelanggan PDAM di Pucangan, air bersih kami ambilkan dari PDAM Gonilan. Karena pelanggan yang menggunakan PDAM Gonilan juga sudah banyak, maka dropping air untuk pelanggan di Pucangan juga tidak bisa sebanyak dari sumber yang di Kertonatan,” jelas Hasyim. (rgl/adi)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia