Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Perda RTRW Lirik Indusrtri, Pertahankan Kawasan Pertanian

17 Juni 2019, 16: 18: 11 WIB | editor : Perdana

LUMBUNG PADI: Kawasan sawah lestari seluas 42 ribu hektare di Sragen akan dipertahankan.

LUMBUNG PADI: Kawasan sawah lestari seluas 42 ribu hektare di Sragen akan dipertahankan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Revisi peraturan daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tetap mempertahankan Kabupaten Sragen sebagai kawasan pertanian. Sedangkan daerah yang potensi untuk berkembang didorong menjadi kawasan industri.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Tugiyono menjelaskan, wilayah barat dan timur Kabupaten Sragen disiapkan lahan untuk kawasan industri. Namun revisi perda RTRW tidak akan mengubah Sragen sebagai kawasan pertanian. 

Dia menegaskan Sragen tetap akan menjadi daerah agraris dan juga sebagai lumbung pangan Jawa Tengah nomor dua setelah Cilacap. Seiring beroperasinya jalan tol Trans Jawa dan rel ganda kereta api, Sragen sebenarnya bisa didorong menjadi kawasan industri.

”Namun keberadaan 42 ribu hektare sawah lestari sebagai lumbung pangan tetap akan dipertahankan, terlebih Sragen menjadi soko guru pangan nasional,” bebernya.

Tugiyono mengatakan revisi perda RTRW tetap akan menetapkan sebagian wilayah Bumi Sukowati sebagai centra industri. Ada dua wilayah yakni kawasan barat Kecamatan Kalijambe dan Gemolong yang juga dekat dengan akses exit tol Gondangrejo Karanganyar dan jalur kereta. Sedangkan kawasan timur Kecamatan Gondang dan Sambungmacan dengan akses yang sama.

"Sragen Dry Port (Pelabuhan Darat) di Kalijambe dan Sambungmacan, karena dua wilayah itu dekat dengan akses tol dan kereta api sehingga angkutan industri semakin dekat," jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen Marija mengatakan, Sragen masih menunggu persetujuan dari Kementerian Agraria dan Tata  Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN), terkair revisi Perda RTRW. Dalam revisi perda itu di antaranya mengatur tentang kawasan kota satelit yang ada di Kecamatan Gemolong dan Sambungmacan. Dua kota satelit itu disiapkan sebagai pusat keramaian baru terintegrasi di Kabupaten Sragen.

”Sekarang ini kami hanya tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian ATR/BPN yang saat ini masih kami proses, terkat revisi Perda RTRW, sedangkan kalau dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah ok,” jelasnya. (din/adi) 

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia