Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Persis Disupport Tiga Sponsor, Tidak Lagi Seperti Jersey Balapan

17 Juni 2019, 16: 25: 46 WIB | editor : Perdana

OPTIMISTIS: Skuad Persis Solo siap terjun di Liga 2 2019, tim ini kemarin dilaunching di Stadion Wilis Madiun.

OPTIMISTIS: Skuad Persis Solo siap terjun di Liga 2 2019, tim ini kemarin dilaunching di Stadion Wilis Madiun. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Share this      

MADIUN – Musim baru, tentu ada hal yang paling ditunggu. Salah satunya tentu saja soal jersey klub kebanggaan Wong Solo, Persis. 

Jika dua musim terakhir jersey Persis menempel banyak label sponsor, hingga mencapai tujuh label. Musim ini, ternyata lebih sedikit, karena hanya ada dua. Perusahan milik owner Persis, Sigid Haryo Wibisono,  yang masih menempel di jersey Persis adalah PT Syahdana Properti Nusantara (SPN) dan PT Kalimasadha Nusantara.

Untuk sponsor utama Persis musim ini adalah perusahaan publik di Indonesia yang bergerak dalam bidang energi terintegrasi, Medco Energi.

”Kita memang sengaja meluncurkan jersey yang lebih minimalis dalam sisi penempelan sponsornya. Kita hanya ingin mencari yang benar-benar mau memberikan dana yang cukup besar untuk tim. Kita juga enggan melihat jersey tim kembali terlihat seperti jersey balapan,” terang Sekjen Persis Solo, Dedi M Lawe.

Musim ini jersey warna dominasi merah tetap jadi jersey utama Persis di Liga 2 2019. 

Untuk jersey tandang menggunakan warna putih. Sedangkan jersey ketiga berwarna hitam-merah marun. Untuk jersey kiper akan menggunakan warna hitam.

Jersey musim ini masih diproduksi oleh apparel Saestu. Yang mana musim ini desain jersey hasil karya  Bogi Dirgantara, yang dikenal sebagai owner penjual berbagai marchendise Persis Solo, Xtreem Radiance.

Jersey kandang menggunakan dominasi warna merah. Adanya warna emas jadi simbol harapan kebangkitan Persis, termasuk terselip gambar batik kawung di dalamnya yang berarti mengartikan Persis juga jadi sebuah sejarah di kota Solo. 

Untuk filosifi jersey kedua berwarna putih, ternyata juga cukup unik. Terselip sebuah gradasi gambar delapan garis. Harapannya tentu Persis bisa meraih juara kedelapannya di sepak bola Indonesia. Di mana Persis tercatat sempat meraih tujuh kali juara kompetisi tertinggi PSSI, yang itu semua terjadi sebelum Indonesia merdeka.

Untuk jersey ketiga dengan kombinasi warna hitam dan merah marun. Filosofi jersey ini berasti perbedaan yang diharapkan bisa menyatu demi kejayaan Persis Solo.

Selain gambar batik, di belakang jersey juga terselip angka 96, yang mengartikan usia Persis Solo di tahun 2019 ini.

Perbedaan juga terlihap pada logo Persis di dada kiri pemain, yang berbackgroun peta Kota Solo. Yang mana Persis memang diidentikkan sebagai klub yang dibanggakan masyarakat Kota Solo. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia