Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pilkades Boyolali, Marak Pasutri Bertarung

17 Juni 2019, 17: 26: 08 WIB | editor : Perdana

Pilkades Boyolali, Marak Pasutri Bertarung

BOYOLALI – Gelaran pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Boyolali berlangsung 29 Juni mendatang. Diikuti 229 desa. Menariknya, ada sejumlah desa yang bakal calon kepala desanya pasangan suami istri (pasutri).

Panut dan Sri Lestari misalnya. Pasutri ini berebut menduduki kursi Kepala Desa (Kades) Tempursari, Kecamatan Sambi. Panut yang sudah dua periode menjabat, kembali mencalonkan diri.

Dianggap sukses memimpin desa, tak ada warga yang berani “menantang”. ”Enam tahun lalu rivalnya ya istrinya sendiri. Tahun ini kemungkinan juga istrinya sendiri,” kata Suradi, 43, warga Tempursari kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pilkades Denggungan, Kecamatan Banyudono juga diikuti pasutri. Yakni pasangan Junaedi-Tuti Sunarni. ”Pembangunan 12 tahun ini sukses. Kepemimpinan Junaedi bagus. Pembangunan merata dan peduli dengan masyarakat,” ujar Rahayu Widyastuti, 27, warga Dukuh Nglundu, Desa Denggungan.

Di Kecamatan Ngemplak, ada dua desa yang calonnya pasutri. Yakni di Desa Ngargorejo dan Sobokerto. Sedangkan Pilkades Ngesrep, Kecamatan Ngemplak diikuti saudara kandung. ”Karena tidak ada calon yang maju, terpaksa istrinya ikut bertarung di pilkades,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali Purwanto menanggapi fenomena ini.

Sementara itu, persiapan pilkades serentak sudah final. Para calon kades yang akan bertarung sudah diberikan panduan terkait pemilihan, pengangkatan, pelantikan, dan pemberhentian kepala desa. ”Terpenting untuk senantiasa menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan calon kades, keluarga atau masyarakat terpecah belah,” imbau Purwanto. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia