Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Terdampak Debu Proyek Galian, Warung dan Toko Tutup

18 Juni 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Perdana

SEBULAN RAMPUNG: Alat berat mengeruk saluran drainase di Jalan RM Said.

SEBULAN RAMPUNG: Alat berat mengeruk saluran drainase di Jalan RM Said. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sejumlah pengusaha di Jalan RM Said, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari terdampak proyek revitalisasi drainase. Mereka memilih menutup sementara tempat usaha berupa warung makan dan toko karena banyak debu. 

“Ada 15 toko di ruas jalan itu. Suda ada lima yang tutup, tapi yang jenis usaha warung makan. Kalau bisa diminimalkan debunya,” harap Ketua RT 03 RW 03 Mangkubumen, Banjarsari Victorian Alamsyah kemarin (17/6).

Menurutnya, selain debu, pemilik toko juga sulit menyediakan lokasi parkir bagi pelanggannya. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya frekuensi transaksi.

"Saat ini saya masih buka. Nanti kalau (pengerukan, Red) sudah di depan toko sayam juga akan tutup,” terang Victorian yang juga penjual barang elektronik di jalan setempat.

Dia berharap, revitalisasi drainase Jalan RM Said yang ditargetkan selesai satu bulan ke depan dapat dipercepat. Misalnya dengan menerapkan sistem lembur.

Lurah Mangkubumen Beni Supartono Putro mengatakan, pemkot sudah menyosialisasikan revitalisasi proyek drainase kepada pelaku usaha. Perbaikan tersebut tidak akan berlangsung lama sehingga pelaku usaha diminta dapat menyesuaikan diri.

Terpisah, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta Sihono menjelaskan, masyarakat tak perlu khawatir soal debu karena petugas berupaya meminimalkan dampak tersebut. 

"Kalau debu bisa diantisipasi secepatnya. Tapi kalau teknis pekerjaan, kami harap warga bersabar. Setiap titik (pengerukan, Red) yang selesai dikerjakan akan langsung ditutup. Jadi warga tidak perlu panik jika harus tutup selama sebulan," urainya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia