Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Juri, Penderita Penyakit Gula Ingin Bertahan Hidup

18 Juni 2019, 13: 10: 59 WIB | editor : Perdana

PENDAMPINGAN: Tim MSR-ACT mengobati luka Juri, penderita diabetes.

PENDAMPINGAN: Tim MSR-ACT mengobati luka Juri, penderita diabetes.

Share this      

SOLO – Hidup dengan kondisi rumah yang tidak layak huni, Juri, 61, bertahan hidup dengan penyakit gula dan luka ulkus yang dideritanya. Dia tinggal sebatang kara di tepi bantaran pintu air Demangan. Tepatnya di Kelurahan Sangkrah RT 01/RW 07, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah.

Lagi-lagi karena faktor ekonomi, sehingga membuat penyakit yang dideritanya kian hari makin memburuk. Hingga akhirnya menyebabkan luka pada kaki sebelah kiri, akibat pengecekan kadar gula yang tidak bisa dilakukan secara rutin. Sebelum terkena diabetes, Juri adalah sosok pekerja keras. 

Juri hidup di rumah yang atapnya masih dapat ditembus panasnya terik matahari. Saat musim hujan tiba, seketika itu airnya membuat kondisi rumah basah semua. Sehingga sama sekali tidak bisa ditempati, serta tempat tidur yang serba ala kadarnya. 

Tim Mobile Social Resque Aksi Cepat Tanggap (MSR-ACT) Solo, selama dua bulan terakhir ini berkesempatan melakukan pendampingan terhadap Juri. Mulai dari cek kesehatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, sampai dilakukan pengobatan bedah luka ulkus akibat penyakit gulanya tersebut pada 18 Mei lalu.

Kemarin siang (17/6), tim medis MSR-ACT Solo kembali melakukan aktivitas rutin harian untuk membantu Juri mengganti perban yang membalut luka ulkus di kakinya. Serta memberikan edukasi kepada Juri dalam merawat luka dan cara mengganti perban.

Tim program dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo Ardiyan Sapto mengatakan, pendampingan untuk Juri akan terus dilakukan. ACT juga memberikan bantuan pakaian dan perlengkapan sehari-hari.

”Setiap dilakukan pendampingan, kami melihat Bapak Juri tidak pernah ganti pakaian. Kami pun menyakan hal tersebut kepada Bapak Juri. Beliau mengatakan, hanya mempunyai dua stel pakaian saja,” terang Ardiyan.

Kondisi yang cukup parah dengan luka ulkus tersebut, saat ini Juri hanya bisa mengandalkan bantuan makan tiap harinya dari tetangganya. Harapan besar ACT Solo, mengajak masyarakat  untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan seperti ini. (*/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia