Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Monitoring Agen Kelebihan Stok Elpiji

18 Juni 2019, 15: 15: 59 WIB | editor : Perdana

CUKUP STABIL: Pasokan elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon di sebuah pangkalan di Kota Solo, belum lama ini.

CUKUP STABIL: Pasokan elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon di sebuah pangkalan di Kota Solo, belum lama ini. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Menjaga kestabilan pasokan elpiji bersubsidi 3 kilogram alias gas melon, PT Pertamina akan melakukan koordinasi. Bersama pemerintah kabupaten/kota se-eks Karesidenan Surakarta. Sekaligus melakukan monitoring ke beberapa agen yang disinyalir mengalami kelebihan stok.

Sales Eksekutif LPG Rayon V PT Pertamina Adeka Sangtraga mengatakan, dari monitoring yang dilakukan, baik sebelum dan sesudah Lebaran, stok gas melon cukup banyak. Untuk Kota Solo sendiri, dirinya akan terjun langsung ke lapangan. Kembali melihat stok yang terjadi setelah Lebaran.

”Minggu depan kami jadwalkan untuk mengunjungi beberapa agen. Melihat kondisi di lapangan secara riil. Tidak cuma dari kami, tetapi juga menggandeng ekonom dan dinas perdagangan setiap kabupaten. Rata-rata per hari alokasinya 30.450 tabung untuk Kota Solo,” jelas Adeka kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (17/6).

Adeka mengungkapkan, sampai saat ini belum ada laporan kelangkaan. Karena sebelum memasuki Lebaran, alokasi untuk Juni sudah diberikan ke masing-masing daerah. Selain melakukan sidak, pihaknya juga akan memberikan edukasi dan penukaran gas melon ke bright gas atau non-subsidi 5,5 kg. Pihaknya akan menyasar restoran, warung makan, maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang masih menggunakan gas melon.

Pertamina juga mengimbau kepada masyarakat untuk beralih ke elpiji non-subsidi. Selalu membeli di agen maupun pangakalan resmi jaringan Pertamina. Agar mendapatkan barang yang terjamin isinya dan aman digunakan.

“Jumlah alokasi pada Juni, untuk Kota Solo sekitarnya 5.679.880 tabung elpiji 3 kg. Rinciannya wilayah Boyolali sebanyak 901.880 tabung, Karanganyar 847.560 tabung, Klaten 983.440 tabung, Solo 742.600 tabung, Sragen 821.640 tabung, Sukoharjo 782.440 tabung, dan Wonogiri 600.320 tabung,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia