Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Over Suplai, Harga Ayam Turun

Peternak Minta Pembatasan Bibit

18 Juni 2019, 11: 55: 59 WIB | editor : Perdana

FLUKTUATIF: Pedagang daging ayam potong di Pasar Gede Solo.

FLUKTUATIF: Pedagang daging ayam potong di Pasar Gede Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Peternak ayam potong tercatat merugi hingga milaran rupiah dalam kurun enam bulan terakhir. Hal ini disebabkan harga ayam potong di tingkat peternak selisihnya jauh di bawah harga normal. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Indonesia Jawa Tengah Parjuni meminta pemerintah harus segera melakukan pembatasan bibit ayam.

Parjuni berharap, pembatasan ini dinilai mampu mendongkrak harga ayam di tingkat peternak. Saat ini, harga ayam di tingkat peternak wilayah Jawa Tengah sekitar Rp 8-10 ribu per kilogram (kg). Sedangkan harga pokok produksi (HPP) Rp 18.500 per kg.

”Dengan selisih sebanyak itu, tinggal dikalikan saja berapa kerugiaannya. Dan ini sudah terjadi dari awal tahun ini. Dengan kebijakan penarikan 30 persen bibit unggas ini, semoga bisa mengendalikan over suplai yang terjadi. Serta memperbaiki harga ayam di pasaran,” jelas Parjuni kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (17/6).

Parjuni menilai langkah pemerintah saat ini terbilang terlambat. Karena peternak sudah terlanjur merugi selama enam bulan. Untuk itu pemerintah harus segera turun tangan. Agar kerugian yang diderita peternak tak membengkak. Selain harga yang anjlok, saat ini stok ayam cukup melimpah. Dalam waktu dekat, pinsar dan peternak akan menggelar aksi bagi-bagi ayam gratis.

Kiswanto Pambudi, 39, peternak ayam potong Dukuh Ngreni, Desa/Kecamatan Simo, Boyolali mengaku merugi karena rendahnya harga jual. Dia juga menyebut harga pakan kian mahal. ”Menutup kerugian, ya dikurangi pakannya. Semoga saja ada upaya pemerintah agar harga jual dari peternak tinggi,” bebernya.

Sementara itu, pedagang Pasar Legi Marsinah, 54, mengaku harga daging ayam potong di pasaran saat ini sekitar Rp 30 ribu per kg. Padahal pada masa Lebaran, harga daging ayam bisa mencapai Rp 45-40 ribu per kg.

”Turun harga ini sudah terjadi seminggu terakhir. Untuk harga ayam memang tidak bisa diprediksi. Fluktuatifnya cepat sekali terjadi. Kadang ada rasa sungkan juga dengan pembeli, karena harganya sering kali berubah-ubah,” ujarnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia