Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pemkab Belum Ambil Keputusan Terkait ASN Tersandung Korupsi

Sama-Sama Tunggu Inkrah

18 Juni 2019, 10: 55: 59 WIB | editor : Perdana

MULAI RAMAI DIKUNJUNGI: Taman Dirgantara Edupark Karanganyar dilengkapi wahana pesawat boeing.

MULAI RAMAI DIKUNJUNGI: Taman Dirgantara Edupark Karanganyar dilengkapi wahana pesawat boeing. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Pemkab belum mengambil sikap terkait status sejumlah anggota aparatur sipil negara (ASN)-nya yang tersandung kasus korupsi pengadaan pesawat Edupark. Pemkab menunggu proses hukum kasus tersebut sampai inkrah.

Usai diputus bersalah di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang Rabu (12/6), lima terpidana masih menyatakan pikir-pikir. Sikap sama ditunjukkan jaksa kejaksaan negeri (Kejari) Karanganyar selaku jaksa penuntut umum (JPU). Sementara sejumlah terpidana berstatus ASN pemkab sampai saat ini juga belum bersikap terkait statusnya.

”Belum ada yang mengajukan pensiun. Sesuai peraturan BKN RI Nomor 2 tahun 2018, ASN yang mengajukan penisun harus berusia 50 dan masa kerja minimal sebagai PNS yakni 20 tahun,” beber Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar, Siswanto.

Soal nasib mereka, pihaknya belum bisa memberi penjelasan. Sebab belum menerima salinan putusan dari pengadilan tipikor Jawa Tengah.

”Belum terima salinan putusanya, kita tunggu saja apakah mereka (lima terdakwa-red) akan melakukan upaya hukum selanjutnya atau tidak. Yang jelas tetap nunggu inkrah, atau mempunyai kekuatan hukum yang tetap,” imbuh Siswanto.

Informasi yang dihimpun, usai divonis, sejumlah terpidana berstatus ASN Pemkab Karanganyar masih bekerja melayani masyarakat. Bina Febriantoro bertugas di Badan Keuangan Daerah (BKD), kemudian Jalu Setio Bintoro di BPKSDM. Sementara Yuliati Nugraheni, Giyarto serta Isriadi Putranto, belum diketahui tempat tugasnya.

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Karanganyar Zulfikar Hadidh saat dikonfirmasi mengaku enggan berkomentar banyak.

”Mohon maaf mas, saya saya belum bisa sampaikan terkait dengan hal itu,” singkatnya.

Di sisi lain, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar Suhartoyo mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu salinan putusan dari pengadilan tipikor untuk nantinya dijadikan sebagai materi dalam langkah hukum selanjutnya. ”Kalau mereka banding ya kita siapkan materi bandingnya. Kalau ternyata menerima putusan itu kita juga mempertimbangkan langkah selanjutnya,” jelas Suhartoyo. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia