Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Proyek Diduga Dilempar ke Subkontraktor

18 Juni 2019, 16: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Tedy Rosanto

Tedy Rosanto (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sebanyak 53 proyek dari 78 proyek Kabupaten Sragen pada tahun anggaran 2019 ini sudah dilelangkan Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Sragen. Namun banyak Informasi proyek tersebut dikerjakan oleh subkontraktor. Untuk itu perlu pengawasan ekstra agar kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga.

Dari data LPBJ Sragen saat ini ada 78 proyek dengan pagu Rp 137.370.295.600 yang dilelang pada tahun ini. Sementara saat ini ada 25 proyek yang masih dalam proses lelang dengan pagu sebesar Rp 44.808.396.340.

Sedangkan proyek yang sudah dilelangkan cukup banyak dimenangkan oleh perusahaan dari Sragen. Dari 53 proyek itu, ada lebih dari 40 yang dari Sragen. Hanya saja banyak informasi dikerjakan oleh pelaksana luar Sragen.

Kepala LPBJ Setda Sragen Tedy Rosanto menyampaikan, sudah 70 persen proyek 2019 yang dilelang. Sedangkan yang belum dilelang tinggal proyek dengan nilai tidak terlalu besar. Pihaknya menjelaskan suatu proyek dikerjakan subkontraktor sudah sejak dulu.

”Kalau ngesub itu sudah sejak dulu, justru sekarang yang ngesub itu yang lokal,” ungkapnya.

Tedy mengakui saat ini yang masuk untuk peserta lelang banyak yang dari luar daerah Sragen. Pihaknya mengaku tidak tahu menahu penyebabnya. Namun mereka tetap bertanggungjawab pada hasil kualitas proyek. Soal pengawasan menjadi tanggungjawab dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang menganggarkan proyek tersebut. Selain itu juga perlu pengawasan dari bagian administrasi pembangunan.

”Monitoring dan evaluasi menjadi kewenangan dari administrasi pembangunan. Untuk disampaikan ke pembuat kebijakan,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan banyak masalah dari kerjasama antara pemenang proyek dengan subkontraktor. Karena pada umumnya yang paham spesifikasi lelang adalah pemenang lelang. Namun subkontraktor jika tidak paham membuat asal jadi.

LPBJ sendiri bertugas memilihkan pemenang lelang sesuai aturan dan aplikasi. Setelah mendapatkan pemenang lelang menjadi kewengan dari OPD terkait. ”Jadi teken kontrak di sana (OPD, red),” bebernya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia