Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Kades Ponggok Dilaporkan, Diduga Selewengkan Dana BUMDes

18 Juni 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Kades Ponggok Dilaporkan, Diduga Selewengkan Dana BUMDes

KLATEN - Jajaran Polres Klaten menindaklanjuti pelimpahan laporan dari Polda Jateng terkait dugaan penyelewengan dana BUMDes Tirta Mandiri oleh Kades Ponggok Junaedi Mulyono. Saat ini, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan dengan memanggil pelapor dan para saksi untuk dimintai keterangan. 

Di antaranya Direktur BUMDes Tirta Mandiri Joko Winarno serta Sekretaris BUMDes. ”Memang ada laporan dari masyarakat terkait masalah pengelolaan BUMDes yang dilaporkan ke Polda. Lantas, dilimpahkan ke Polres Klaten untuk menangani karena wilayahnyadi Klaten,” jelas Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi Senin (17/6).

Diterangkan Aries, saat ini penyidik tengah fokus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Mulai terkait pengelolaan aset serta mekanismenya dalam menjalankan BUMDes. Apalagi, saat itu badan usaha belum memiliki payung hukum.

“Hal ini memunculkan penafsiran dari masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes secara sepihak oleh kepala desa. Mungkin kurangnya transparansi dari pemerintah desa terkait pengelolaannya. Maka dari itu, kita mengumpulkan keterangan, apakah dalam pengelolaan BUMDes di Ponggok itu sudah benar?” jelas Aries.

Hingga kini, polisi baru memanggil para saksi yang merupakan staf Pemerintah Desa Ponggok. Nantinya, terlapor yakni Kades Ponggok Junaedi Mulyono juga dimintai klarifikasi atas dugaan penyelewengan dana BUMDes.

Adapun soal kerugian atas dugaan penyelewengan itu, diakui Aries, juga belum dihitung. Namun demikian, ia berjanji akan melakukan penanganan laporan itu secara profesional meski Ponggok telah dikenal secara nasional terkait pengelolaan BUMDes-nya.

“Kepala desa juga dilaporkan terkait BPJS. Apakah pemerintah desa sudah menyetorkan dana ke BPJS atau belum. Maka dari itu, kita juga akan memanggil pihak BPJS Klaten untuk melakukan verifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Ponggok Junaedi Mulyono menegaskan, laporan dugaan penyelewengan dana BUMDes yang dituduhkan kepadanya salah besar. Menurut dia, laporan itu lebih banyak memuat kepentingan politik pasca pemilihan kepala desa (pilkades) Maret lalu.

“Yang jelas masih ada kaitannya dengan pilkades, teman-teman sebelah kan belum puas. Laporan itu memang ada kepentingannya. Nantinya akan saya kalrifikasi pada laporan yang ada, yang jelas itu salah,” jelas Juanedi Mulyono. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia