Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Bupati Klaten: Desa Harus Punya Inovasi

18 Juni 2019, 18: 31: 38 WIB | editor : Perdana

PAPARAN: Bupati Klaten Sri Mulyani bersama TPP-P3MD di Pendapa Pemkab.

PAPARAN: Bupati Klaten Sri Mulyani bersama TPP-P3MD di Pendapa Pemkab. (ANGGA  PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten meminta kepada tenaga pendamping desa untuk mewujudkan satu inovasi. Memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan warganya.

Hal itu diungkapkan Bupati Klaten Sri Mulyani di hadapan Tim Pendamping Profesional- Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP-P3MD) di Pendapa Pemkab Klaten, kemarin (17/6).

”Saya sempat tanyakan apa yang menjadi kesulitan yang dihadapi para pendamping desa ini. Salah satunya terkait inovasi desa. Karena Klaten memiliki 391 desa. Tetapi yang sudah memiliki BUMDes baru 280 desa saja,” jelas Sri Mulyani, kemarin.(17/6)

Dari 280 BUMDes yang telah berdiri, baru 20 yang masuk kategori maju. Sebut saja BUMDes Desa Ponggok, Desa Gunung Gajah, hingga Desa Manjungan. ”Mereka semuanya berasal dari desa merah, tetapi bisa menjadi mandiri setelah dikembangkan BUMDes. Saya minta para pendamping mewujudkan inovasi di masing-masing desa. Tentunya bisa menjadi desa mandiri dan berdaya saing,” urai bupati.

Mulyani mengakui, berdasarkan pendataan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Klaten masuk zona merah kemiskinan. Tetapi dirinya berpendapat kondisi di pelosok lebih baik jika dibandingkan Kabupaten Boyolali, Karanganyar, atau Wonogiri. Terutama terkait kondisi jalan yang ada di daerah pelosok.

”Coba cek jalan yang ada di pelosok di 26 kecamatan dan 391 desa. Pasti lebih bagus jika dibandingkan Boyolali, Wonogiri, dan Karanganyar. Tugas pendamping desa melaporkan jika ada jalan kabupaten yang rusak,” tandasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Klaten Loegtyatmadji Tjahjo Noegroho menjelaskan, pendamping terdiri dari tenaga ahli di tingkat kabupaten sebanyak enam orang. Pendamping desa yang ada di setiap kecamatan secara keseluruhan terdapat 71 orang. 

”Jumlah pendamping desa di tingkat lokal 97 orang. Mereka mendampingi 3-4 desa yang dikontrak pemprov, tetapi ditempatkan di Kabupaten Klaten. Targetnya mendampingi desa agar semakin maju, kuat, mandiri, dan demokratis,” bebernya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia