Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Jelang Pilkades, Jajaran Aparat Petakan Desa Rawan Konflik

18 Juni 2019, 18: 35: 04 WIB | editor : Perdana

SIAGA: Apel pasukan di Mapolres Boyolali.

SIAGA: Apel pasukan di Mapolres Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Jajaran polres bersama Kodim 0724/Boyolali siap mengamankan jalannya pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, 29 Juni mendatang. Pilkades berlangsung di 229 desa. Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengaku sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi.

Langkah pertama yang diambil yakni memetakan desa yang rawan konflik. Guna meminimalkan ganggungan keamanan dan ketertiban. ”Kami sudah siapkan langkah cipta kondisi untuk mendukung suasana aman, damai, dan tertib selama pilkades berlangsung,” kata Kusumo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Diakui kapolres, pelaksanaan pilkades rawan konflik. Sebab baik calon kepala desa (cakades) maupun pendukungnya berhubungan secara langsung. ”Kami akan menindak tegas segala macam kecurangan yang terjadi di dalam pelaksanaan pilkades serentak nanti,” tegasnya.

Jajaran Polres Boyolali akan menempatkan anggota di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Nantinya, setiap TPS akan dijaga minimal seorang anggota kepolisian, dibantu jajaran TNI. ”Pengamanan ini agar masyarakat merasa aman dalam memberikan hak suaranya,” ujarnya.

Kapolres juga mengimbau agar seluruh masyarakat tidak terpancing isu-isu negatif. ”Kami dari kepolisian dibantu TNI siap mengamankan. Apa pun yang terjadi, pilkades harus aman,” tandasnya.

Kasdim 0724/Boyolali Mayor Inf Handoko Setyobudi menambahkan, pihaknya siap mendukung langkah pengamanan yang dilakukan jajaran Polres Boyolali. Di sisi lain, kodim juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing. ”Beda pilihan itu wajar. Terpenting kerukunan harus dijaga,” tuturnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia