Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Penomoran SKHUN Ruwet, Data Calon Siswa Tertolak 

18 Juni 2019, 20: 00: 00 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi ppdb

Ilustrasi ppdb

Share this      

KEKHAWATIRAN terjadinya kendala teknis pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Solo terbukti. Masalahnya sama seperti saat simulasi pekan lalu, calon pendaftar gagal mengakses aplikasi karena penomoran surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) kurang lengkap.   

“Tadi (kemarin) ada beberapa anak yang verifikasi tapi belum bisa kami beri akun. Sebab, nomor SKHUN tidak lengkap. Solusinya, kami minta anak tersebut meminta nomor lengkap dari SMP asal, baru kembali datang ke kami,” beber Ketua PPDB SMKN 6 Surakarta Danang Eko Sutrisno kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Danang menyebut ada beberapa calon pendaftar sudah mendapat nomor dari sekolah asal kemudian datang kembali ke SMKN 6, tetap tidak bisa di-input dalam aplikasi. Hal ini sempat membuat calon pendaftar panik. Sebab, jika belum bisa input dalam aplikasi, calon pendaftar tidak bisa mendapatkan token atau akun untuk memilih sekolah.

“Kami dari pihak panitia tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa memberi nomor hanya dari SMP asal. Tapi tetap kami bantu agar anak bisa masuk aplikasi,” sambungnya.

Jadwal verifikasi berkas untuk PPDB SMK lebih panjang daripada PPDB SMA. Danang mengimbau calon pendaftar tidak panik dan terburu-buru. Sebab, masih ada waktu sampai 28 Juni mendatang.

“Kalau misalnya belum bisa input aplikasi hari ini kan masih bisa dicoba lagi besok. Soal nomor SKHUN yang belum lengkap juga masih bisa diurus ke SMP terlebih dahulu,” imbaunya.

Berbeda dengan situasi verifikasi berkas di SMKN 2. Di sekolah tersebut nomor SKHUN SMP tidak jadi kendala. Sebab, jika ada calon pendaftar yang nomor SKHUN mereka tidak lengkap, maka petugas akan membantu melalui fitur pencarian nama. Sehingga calon pendaftar tetap bisa input meski nomor SKHUN kurang lengkap.

“Kalau di sini kami banyak meminta calon pendaftar kembali melengkapi surat keterangan sehat dari dokter. Banyak anak yang hanya membawa surat kesehatan dari puskesmas, namun pemeriksaannya kurang lengkap,” jelas Sekretaris PPDB SMKN 2 Surakarta Dwi Titik.

Surat keterangan sehat yang diminta dalam persyaratan adalah soal buta warna, minus, dan silindris. Sementara , surat keterangan sehat yang dibawa calon pendaftar mayoritas hanya menerangkan soal buta warna saja. Itu pun tidak dijelaskan buta warna total atau parsial.

“Dari puskesmas tidak apa-apa. Tapi kalau belum menerangkan placement-nya bisa dilengkapi dari optik,” imbuhnya.

Selain itu, Titik menginformasikan kepada seluruh calon pendaftar bahwa mulai hari ini verifikasi berkas ditutup sampai pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, jadwal verifikasi berkas hanya sampai pukul 13.00 WIB. Namun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah menginstruksikan bahwa aplikasi verifikasi berkas dibuka menyesuaikan jam kerja.

“Diharapkan dengan diperpanjang waktunya sampai sore membuat masyarakat tidak terburu-buru dalam verifikasi berkas. Informasi ini baru kami terima siang ini (kemarin). Jadi mulai besok (hari ini) kami akan buka sampai pukul 15.30 WIB,” ujar dia. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia