Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri
Dampak Pilkades Minim Anggaran

Kotak Suara Pakai Kotak Sumbangan

19 Juni 2019, 17: 05: 59 WIB | editor : Perdana

AMAN DAN LANCAR: Pilkades Nambangan, Kecamatan Selogiri yang digelar tahun lalu. 

AMAN DAN LANCAR: Pilkades Nambangan, Kecamatan Selogiri yang digelar tahun lalu.  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak September mendatang  akan diikuti sebanyak 186 Desa. Karena anggaran yang tersedia terbatas, kotak suara bakal memanfaatkan kotak sumbangan hajatan yang dimiliki desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Semedi Budi Wibowo mengatakan, tahapan pilkades diawali Agustus  dengan pendaftaran calon. Masing-masing desa minimal harus memiliki dua calon kepala desa (cakades). Tidak dibenarkan calon tunggal.

"Tidak ada lawan ‘bumbung kosong’,” tandasnya di pendapa kantor bupati Wonogiri, Selasa (18/6).

Bila terdapat lebih dari lima pasang cakades, imbuh Semedei, akan dilakukan seleksi dan hanya mengambil lima pasang cakades. “Harapannya ya hanya lima pendaftar saja di masing-masing desa. Supaya tidak perlu ada tes seleksi," jelas dia.

Total anggaran pilkades yang disediakan pemkab sekitar Rp 3 miliar. Masing-masing desa peserta pilkades dijatah Rp 17,5 juta. Minimnya dana tersebut disiasati dengan beragam cara.

"Kotak suara nanti pinjam KPU (Komisi Pemilihan Umum Wonogiri, Red). Kalau tidak ya nanti bisa menggunakan kotak sumbangan. Tiap-tiap desa pasti punya. Biasa digunakan untuk tempat sumbangan orang punya hajat," urai Semedi.

Terpisah, Faris Wibisono, 30 warga Desa Sedayu, Kecamatan Pracimantoro mengatakan, hingga saat ini baru ada dua calon yang digadang-gadang siap bertarung dalam pilkades. “Satu petahana, yang penantang warga biasa," jelasnya singkat. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia