Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Asmara Sejenis Berujung Maut, Tolak Hubungan Badan Pelaku Tikam Korban

19 Juni 2019, 06: 30: 59 WIB | editor : Perdana

SADIR: Gelar perkara pembunuhan di Mapolres Klaten.

SADIR: Gelar perkara pembunuhan di Mapolres Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Perkenalan singkat Hendro Febriyanto, 54, dengan Jerimia Kliwon alias Ucok, 21, berujung maut. Warga Dusun Krapyak Lor, Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, Klaten ini tewas di tangan Ucok. Setelah Ucok menolak diajak berhubungan intim oleh korban.

Peristiwa sadis ini terjadi 5 Juni silam. Ucok, Warga Samosir, Sumatera Utara yang tinggal di Kabupaten Sleman berkunjung ke kediaman Hendro. Saat itu korban menghabiskan waktunya dengan berbincang sambil menonton TV bersama tersangka Ucok.

Sekitar pukul 03.00 dini hari, korban mengajak Ucok berhubungan badan. Ucok dengan tegas menolak, tetapi korban terus memaksa. Bahkan korban sempat menarik celana Ucok. Naik pitam, Ucok lantas mengambil sebilah pisau yang ada di ruangan tersebut.

Pisau disabetkan ke leher korban. Korban sempat berusaha melawan. Tetapi Ucok berhasil memegang kepala korban dan dibenturkan ke lantai berulang kali hingga tak berdaya.

”Korban sempat beteriak meminta tolong, kemudian pelaku menyalakan TV dengan volume keras untuk menyamarkan. Pelaku lalu mengambil sarung guling di kamar untuk menyumpal mulut korban. Pelaku sempat mengikat tangan dan kaki korban dengan sehelai kain,” jelas Wakapolres Kompol Zulfikar Iskandar mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (18/6).

Jasad korban baru ditemukan warga, dua hari berselang. Setelah warga mencium aroma tak sedap dari rumah korban. Temuan ini lalu dilaporkan ke polsek setempat. ”Pelaku melarikan diri membawa emas dan sepeda motor korban. Tersangka sempat diajak berhubungan badan oleh korban. Namun ditolak lalu melakukan hal itu,” beber Zulfikar.

Hasil penyelidikan mengarah kepada Ucok. Polisi mendapat informasi jika Ucok sempat mendatangi teman lainnya dalam keadaan tergesa-gesa. Ucok berpamitan kepada rekannya, hendak pergi ke Jakarta.

”Kami lakukan pengejaran hingga ke Jakarta. Pelaku berhasil kami tangkap dengan barang bukti hasil curiannya. Dia langsung kami gelandang ke Mapolres Klaten untuk dilakukan pemeriksaaan lebih lanjut. Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Ancamannya hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tandas Zulfikar.

Sementara itu, Ucok mengakui perbuatannya murni membela diri. ”Sebenarnya baru kenal tiga minggu. Saya datang ke rumahnya sekadar main. Saya sama sekali belum pernah berhubungan badan sesama jenis,” kilahnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia