Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Kades Ponggok Bantah Selewengkan Dana

19 Juni 2019, 10: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Kades Ponggok Bantah Selewengkan Dana

KLATEN – Kepala Desa (Kades) Ponggok, Kecamatan Polanharjo Junaedi Mulyono angkat suara. Terkait laporan dugaan penyelewengan dana BUMDes Tirta Mandiri yang kini sedang diselidiki jajaran Polres Klaten. Junaedi membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Sebagai catatan, Junaedi dilaporkan ke Polda Jateng. Terkait penyelewengan dana BUMDes Tirta Mandiri senilai Rp 21,6 miliar.

”Mungkin minggu-minggu ini saya akan dipanggil. Masyarakat boleh berasumsi, tetapi kami memiliki data. Sebagai jawaban yang nantinya akan saya sampaikan ke penyidik,” jelas Junaerdi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (18/6).

Junaedi mengklaim tuduhan tersebut mengada-ada. Sebab BUMDes Tirta Mandiri belum pernah mengelola uang senilai yang dilaporkan tersebut. Sebagai gambaran, omzet BUMDes tahun lalu hanya Rp 16 miliar saja. Sedankan total asetnya sekitar Rp 8 miliar.

”Yang dipermasalahakan BUMDes, tapi kok yang dilaporkan saya. Padahal BUMDes dan kepala desa itu terpisah. Saya justru melihat laporan ini banyak muatan politiknya,” beber Junaedi.

Junaedi mengklaim pengelolaan BUMDes terbuka dan transparan. Termasuk laporan pertanggung jawabannya (LPJ). Kendati disadari, tidak seluruh warga paham dalam membaca LPJ tersebut. Sehingga muncul berbagai asumsi.

Terkait tuduhan sertifikat tanah yang dibeli BUMDes atas nama kades, Junaedi mengaku saat itu belum ada payung hukum yang menyertai. Sempat dikonsultasikan kepada pejabat pembuat akta tanah dan Badan Petahanan Nasional (BPN).

”Terkait kepemilikan tanah atas nama saya, terdapat berita acaranya. Seluruh berkas dan data-data yang kami siapkan sudah lengkap untuk menjawab pertanyaan penyidik,” klaimnya.

Direktur BUMDes Tirta Mandiri Joko Winarno menambahkan, dugaan penyelewengan sudah sampai ke telinga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Pihaknya juga dimintai konfirmasi.

”Data kami sudah lengkap. Muklai dari aset, pengembangan BUMDes, sertifikat atas nama pribadi, hingga PAD. Justru saya khawatir pada takut kalau mendirikan BUMDes setelah ada laporan ini,” tuturnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah mengatakan, penelusuran atas laporan dugaan penyelewengan dana BUMDes dilakukan secara bertahap. Mengingat sejumlah item yang dilaporkan cukup kompleks. ”Salah satunya sertifikat atas nama pribadi. Nilainya sekitar Rp 2 miliar lebih. Kami masih meminta keterangan, total ada empat orang saksi,” tandasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia