Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Belajar Sepak Bola ke Negeri Samurai

19 Juni 2019, 16: 22: 13 WIB | editor : Perdana

AKRAB: Manajer Persijap Jepara Esti Puji Lestari berpose bersama Competition Departement J-League belum lama ini.

AKRAB: Manajer Persijap Jepara Esti Puji Lestari berpose bersama Competition Departement J-League belum lama ini. (JPG PHOTO)

Share this      

JEPARA – Persis Solo maupun klub-klub asal eks Karesidenan Surakarta nampaknya harus belajar dari manajemen Persijap Jepara. Belum lama ini, Presiden Persijap Esti Puji Lestari belajar sepak bola dari negeri Samurai. Aspek yang dibicarakannya meliputi akademi, regulasi kompetisi, dan sarana tempat latihan.

Esti berada di Jepang selama dua minggu. Bertemu dengan Presiden J-League Mitsuru Murai, Presiden Tokyo Verdy Hideyuki Hanyu, Competition Departement Akane Suzuki, dan pemain Timnas Putri Jepang. Menurut Esti, kompetisi di Jepang begitu tertata.

”Kompetisi di Jepang itu bagus sekali dan tertata dengan rapi. Jadwal kompetisi dan regulasi juga tertata,” jelas Esty.

Dia menambahkan, aspek penunjang seperti kedisiplinan pemain, infrastruktur dan langkah menuju ke arah timnas begitu diperhatikan. Di Jepang, Esti juga berkesempatan mengunjungi klub sepak bola putra dan putri dari Tokyo Verdy. Menariknya, klub putri Tokyo Verdy menjadi klub dengan penyumbang pemain terbanyak bagi Timnas Putri Jepang. Yakni sebanyak sepuluh pemain.

Salah satu fokus pertemuan Esti dengan pihak J-League adalah pembinaan akademi. ”Prestasi bakal datang kalau akademi berjalan. Saya juga lihat tempat latihannya Tokyo Verdy benar-benar bagus,” sambungnya.

Esti mengungkapkan klub-klub di Jepang tertarik dengan bakat-bakat muda pemain Indonesia. Namun, menurut Esti pemain Indonesia justru berorientasi ke Eropa.

Sepulang dari Jepang, Presiden Persijap itu ingin menerapkan beberapa hal seperti segi kepelatihan yang lebih terstruktur, kurikulum berjenjang yang lebih bagus lewat Soeratin, membeli alat-alat analisa pertandingan bagi Persijap Jepara, membangun akademi yang bekerjasama dengan klub Jepang dan mengirim pelatih dan pemain ke Jepang pada Agustus mendatang.

”Harapannya dengan adanya kerja sama ini dapat melahirkan talenta sepak bola yang bagus bagi pemain putra dan putri. Dan semoga kerja sama yang sudah dibicarakan ini dapat segera ditindaklanjuti,” imbuhnya. (vga/jpg/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia