Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Tarung Bebas Dijadikan Agenda Tahunan

19 Juni 2019, 16: 23: 31 WIB | editor : Perdana

POTENSIAL: Peraih medali dan trophy di kejuaraan nasional tarung bebas Minggu lalu.

POTENSIAL: Peraih medali dan trophy di kejuaraan nasional tarung bebas Minggu lalu.

Share this      

KARANGANYAR – Sebanyak 15 atlet tarung bebas asal Karanganyar berhasil menyabet medali emas dalam Kejuaraan Terbuka Nasional Tarung Bebas Amatir 2019 di kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Karangpandan, (15-16/6).

Tercatat, 221 atlet dari sejumlah camp latihan bela diri se-Jawa Bali ikut serta dalam kejuaraan yang baru pertama kali digelar di Karanganyar tersebut. Petarung dari Terate Tarung Bebas (Tebas) Camp Karanganyar cukup menonjol di kejuaraan yang memperebutkan Piala Ketua Umum Tarung Bebas Indonesia (TBI), Piala Bupati Karanganyar, Piala Ketua DPRD Karanganyar dan Piala Ketua KNPI Karanganyar ini.

”Alhamdulillah dari target 13 emas kita bisa mendapatkan 15 medali emas, dan 8 perak. Sebagai tuan rumah itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri, dan nantiya bakal bisa untuk mengangkat Kabupaten karanganyar dari olah raga tersebut,” terang Darmanto, perwakilan Tebas Karanganyar yang juga ketua panitia.

Secara keseluruhan, kata Darmanto, petarung lokal Karanganyar mampu bersaing dan unjuk gigi dalam kejuaraan tersebut. Namun disayangkan tidak adanya proses karantina terhadap petarung yang bakal bertarung dalam kejuaraan tersebut.

”Secara mental memang meraka tidak kalah dengan petarung yang lain, meski fisiknya belum maksimal,” imbuhnya

Dengan adanya hasil tersebut, Darmanto optimitis, olahraga bela diri tarung bebas bisa berkembang di Karanganyar. ”Apalagi, kejuaraan ini sudah masuk agenda TBI. Kami berencana menggelar kejuaraan serupa setiap tahunnya,” pungkasnya.

 Sementara itu, Ketua Harian TBI Bambang Nugraha mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan di Karanganyar yang bisa menjadi sarana bagi atlet tarung bebas untuk berkiprah.

”Dari pengamatan saya, banyak sekali atlet-atlet potensial yang muncul di kejuaraan ini. Baik dari level pra junior, junior maupun senior. Ini menjadi modal, prospek untuk membawa cabang olahraga ini ke event Pra PON ataupun Porprov," jelasnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia