Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Persalinan di Bidan Harus Diawasi Dokter

20 Juni 2019, 14: 50: 59 WIB | editor : Perdana

INOVASI: Pjs Sekda Karanganyar Sutarno (kanan) meresmikan program Super Pintar untuk menekan angka kematian ibu dan bayi dalam persalinan.

INOVASI: Pjs Sekda Karanganyar Sutarno (kanan) meresmikan program Super Pintar untuk menekan angka kematian ibu dan bayi dalam persalinan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Guna menekan angka kematian ibu dan anak pada proses persalinan yang dilakukan Bidan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar membuat program Super Pintar. Yakni Semua Persalinan Dimpimpin Dokter.

Kepala Dinkes Cucuk Heru Kusumo mengatakan, program Super Pintar bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang dimungkinkan terjadi saat persalinan ditangani bidan desa.

”Sistemnya bidan-bidan itu nanti bisa melayani proses persalinan, akan tetapi dengan pengawasan dokter-dokter, baik dokter spesialis kandungan ataupun dokter yang mengawasi,” terang Cucuk usai acara launching Program Super Pintar kemarin, (19/6).

Dijelaskan Cucuk, dalam pelaksanaannya nanti, bidang yang menerima proses persalinan diwajibkan melaporakan atau konsultasi kepada dokter. Baik secara langsung atau melalui media elektronik.

”Bisa lewat telephone atau pesan singkat. Kemudian nanti hasilnya ditulis direkam medis dan dilaporkan. Kalaupun nanti terjadi risiko atau masalah, bisa melakukan rujukan sesuai dengan hasil konsultasi,” jelasnya.

Tahapan pelaksanaan Program Super Pintar jangka menengah mencakup 6 puskesmas. Sementara jangka panjangnya mencakup 21 puskesmas. Terutama puskesmas yang sudah menerima proses persalinan.

”Sebelumnya sudah kita terapkan di 20 kasus persalinan. 19 sudah konsultasi ke dokter, sedangkan 1 kasus itu belum sempat dilaporkan karena pasien datang sudah membawa pembukuan lengkap,” paparnya.

Selama 2018, kasus kematian ibu dan anak pada proses persalinan mencapai 42 jiwa per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan sejak awal 2019 hingga Juni ini tercatat sudah ada tiga kasus kematian ibu pada saat proses persalinan.

”Tagetnya bisa menurunkan kasus di bawah angka 40,” pungkasnya.

Penanggung jawab sementara (Pjs) Sekda Karanganyar Sutarno mengapresiasi program tesrebut. Ke depan pemerintah segera membuat peraturan daerah dan perbub untuk bisa memayungi program tersebut.

”Banyak inovasi untuk kesehatan, jadi nanti semua persalinan itu bisa diawasi oleh dokter-dokter di wilayah. Konsep awal sudah terbentuk dan nanti selanjutnya untuk bisa dijalankan dengan baik,” ucap Tarno. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia