Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Ada Pungli Bantuan Kekeringan, Laporkan!

20 Juni 2019, 16: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Ada Pungli Bantuan Kekeringan, Laporkan!

MEMASUKI musim kemarau, sejumlah wilayah di Kota Makmur mulai terdampak kekeringan. Pemkab menjamin sepenuhnya pemenuhan kebutuhan air bersih. Termasuk pengairan lahan persawahan.

Bantuan pasokan air kepada warga di daerah kekeringan dilakukan secara gratis. Sebab itu, jika muncul pungutan liar (pungli), diminta segera melapor ke pemkab.

“Jika ada warga terdampak kekeringan seperti sumur mengering, kami siap memberikan bantuan gratis. Pemkab sudah bersiap menghadapi kemarau panjang,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Rabu (19/6).

Menurut sekda, pemkab telah menginstruksikan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), lurah, camat dan instansi terkait lainnya untuk proaktif membantu warga terdampak kekeringan. “Bukan hanya bantuan air bersih untuk konsumsi, tapi juga bagi petani. Teknisnya berupa peminjaman mesin disel (untuk sedot air, Red) yang dikoordinasi oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo,” papar dia.

Agus kembali memastikan bantuan air bersih dan peminjaman mesin disel tersebut gratis. Bila ditemukan pungli, warga diharap secepatnya melapor ke pemkab. 

Diberitakan sebelumnya, antisipasi dampak kekeringan telah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo. “Di daerah selatan seperti Kecamatan Tawangsari dan Weru sudah mulai kering. Akan diadakan pengecekan ke lapangan. Untuk sekarang ini pasokannya masih aman," terang Kepala  BPBD Sukoharjo Sri Maryanto.

Wilayah rawan kekeringan di Kecamatan Tawangsari yakni di Desa Watulumbung dan Watubonang, sedangkan di Kecamatan Weru di Desa Alasombo, Desa Jatingarang, Desa Ngreco, Desa Tawang, dan Desa Karangmojo.

BPBD Sukoharjo menggandeng masyarakat, komunitas sosial, dan elemen lainnya untuk membantu dropping air. Rencananya ada tiga mobil pemadam kebakaran untuk distribusi air bersih.

"Jika ingin membantu beli tangki air, kami akan mengarahkan daerah mana yang membutuhkan. Itu agar tidak ada penumpukan dan semua bisa terpenuhi," tandasnya.

Menurut Maryanto, sudah ada dukuh yang mengajuan permohonan air. Yaitu Dukuh Plumbon di Desa Alasombo terdiri dari 79 kepala keluarga.

"Untuk pengajuan bantuan air bersih, warga  bisa mengajukan ke pemerintah desa yang nantinya diajukan ke kecamatan. Selanjutnya dari kecamatan baru diteruskan ke BPBD Sukoharjo dan kemudian diadakan pengecekan," papar dia.

Berdasarkan catatan BPBD Sukoharjo pada 2018, sebanyak 1.571 KK di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Weru terdampak kekeringan. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia