Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Tujuh Pengedar Narkoba Dibekuk

20 Juni 2019, 13: 55: 59 WIB | editor : Perdana

BARANG HARAM: Wakapolres Klaten Kompol, Zulfikar Iskandar saat gelar perkara narkoba, kemarin (19/6).

BARANG HARAM: Wakapolres Klaten Kompol, Zulfikar Iskandar saat gelar perkara narkoba, kemarin (19/6). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Sepanjang Mei, jajaran Satnarkoba Polres Klaten berhasil membekuk tujuh tersangka narkoba.Rinciannya tiga orang pengedar sabu dan sisanya pengedar pil trihex. Dari tangan pelaku, berhasil diamankan barang bukti sabu seberat 1,07 gram dan pil trihex sebanyak 1.448 butir.

Tersangka pertama yang diamankan yakni Sapto Marsono, 37, warga Desa Duwet, Kecamatan Wonosari. Pengedar sabu ini ditangkap pada 3 Mei lalu saat hendak mengirimkan barang. Hasil pengembangan kasus, sehari berselang (4/5), polisi menangkap Suseno, 48, warga Desa Pepe, Kecamatan Ngawen.

Susesno ditangkap saat mengirimkan paket sabu kepada Sigit Budi, 45, warga Kabupaten Gunung Kidul. Keduanya kemudian digelandang ke Mapolres beserta barang bukti sabu yang dibawa. ”Jadi untuk tersangka sabu ini rata-rata pengedar dan pengguna. Mereka semua pengangguran,” jelas Wakapolres Klaten Kompol Zulfikar Iskandar kepada Jawa Pos Radar Solo saat gelar perkara di mapolres setempat, kemarin (19/6).

Dari pengakuan ketiga tersangka, barang haram itu diduga dikirim dari Lapas Nusakambangan, Cilacap. Namun sampai saat ini para pelaku belum bisa menjelaskan secara rinci. Karena transaksi dilakukan lewat jaringan terputus.

”Jadi sabu ini dari Nusakambangan, tetapi tidak langsung. Jadi masih butuh pengembangan lebih lanjut. Kami harus mencari jaringanya dulu agar bisa mengetahui siapa-siapanya,” lanjut Zulfikar.

Satnarkoba Polres Klaten juga berhasil membekuk empat pengedar pil rihex. Yakni Arya Tri Pamungkas, 20, warga Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Faizal Abdul Azis, 21, warga Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen, Windu Aji Setiawan, 19, warga Desa Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, dan Muhammad Yudha Pradana, 20, warga Desa Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara.

Mereka ditangkap dalam waktu hampir bersamaan, 10 Mei lalu. Para tersangka mengaku mendapat pil tersebut dari Semarang. Sasaran peredaran anak muda dan pelajar. Bisnis haram ini sudah berjalan sekitar setahun.

”Kami minta kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk tidak terjerumus pada narkoba. Kami akan bertindak tegas terhadap penyalahgunaan narkoba. Akan kami tindak sesuai undang-undang,” tegas Zulfikar.

Atas perbuatannya, tersangka pengedar sabu dijerat Pasal 114 Ayat (1) Sub-pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan tersangka pil trihex dijerat Pasal 197 Sub-pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancamannya hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Salah seorang tersangka Faizal Abdul Azis mengaku mengonsumsi pil untuk menenangkan diri. ”Sekali konsumsi 10-20 butir agar badan lebih fit. Biar enggak mengantuk saat dagang susu segar,” ujarnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia