Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Polresta Surakarta Kerahkan Water Canon Urus Kotoran Kuda

21 Juni 2019, 07: 35: 59 WIB | editor : Perdana

BERTEKANAN TINGGI: Kendaraan water canon milik Polresta Surakarta menyemprot kotoran kuda di sekitar Stadion Manahan kemarin (20/6).

BERTEKANAN TINGGI: Kendaraan water canon milik Polresta Surakarta menyemprot kotoran kuda di sekitar Stadion Manahan kemarin (20/6). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kendaraan ini biasanya digunakan untuk membubarkan kerusuhan massa, tapi kemarin (20/6), mobil water canon milik Polresta Surakarta difungsikan menyemprot kotoran kuda di jalan kawasan Stadion Manahan.  

Kotoran kuda bertebaran di jalan diduga disebabkan para kusir delman wisata yang biasa mangkal di kawasan Manahan enggan membersihkan. 

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, puluhan anggota Satuan Sabhara Polresta Surakarta menyisir Jalan Adi Sucipto, Jalan K.S. Tubun, dan Jalan Menteri Supeno. Agar lebih mudah dibersihkan, kotoran kuda yang terlanjur lama menempel di aspal disemprot menggunakan air bertekanan tinggi dari moncong water canon.

Kasat Sabhara Polresta Surakarta AKP Sutoyo menegaskan, kesadaran para kusir delman membersihkan kotoran kuda masih rendah. Sebab itu, Satuan Sabhara akan melakukan pembinaan secara kontinyu.

“Rute delman ini juga digunakan untuk olahraga lari maupun jalan warga. Malu kalau seperti ini (kotoran kuda bertebaran,Red). Kenyamanan masyarakat berkurang,” tandasnya.

Tidak sedikit warga yang takut menginjak kotoran kuda. Di antaranya Dwi Pungki, 28, warga Kampung Bibis Luhur, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari.

“Risih juga lihatnya. Di jalan banyak kotoran kuda berceceran. Jadi harus hati-hati kalau mau berjalan. Takutnya terinjak tidak nyaman juga. Saya harap ada perhatian lebih dari dinas terkait. Karena ini kan fasilitas umum. Kalau seperti ini pastinya tidak nyaman,” ungkapnya. 

Bukan hanya merusak pemandangan, bau tak sedap dari kotoran kuda dikeluhkan pedagang makanan di selter Manahan. “Pembeli tidak jenak (nyaman, Red) kalau jajan. Mengeluhkan bau,” ucap Hari Prihatno, pedagang bubur ayam.

Sementara itu, Supardi, 45, salah seorang kusir delman mengaku, dia dan rekan-rekannya sudah berupaya menjaga kebersihan memasang terpal di bagian bawah delman mencegah kotoran kuda berceceran. 

“Sudah dilakukan pembinaan dari dinas. Kalau ada kotoran yang jatuh, itu di luar kesadaran kusir. Biasanya kalau kita melihat ada kotoran yang jatuh, kita bersihkan dengan alat seadanya. Tapi memang sulit jika kalau kotorannya sudah menempel di aspal,” paparnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia