Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Jembatan Zaman Penjajahan Memprihatinkan

21 Juni 2019, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SUDAH UZUR: Warga melintas di Jembatang Logung, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo kemarin (20/6).

SUDAH UZUR: Warga melintas di Jembatang Logung, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo kemarin (20/6). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Warga Dusun Logung, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo meminta jembatan penghubung antardusun direhab. Kondisi jembatan sudah uzur, rapuh dan sempit, bahkan tidak bisa untuk saling simpang antara roda empat dan roda dua.

Salah seorang warga setempat Wisnu, 39, mengatakan, kondisi Jembatan Logung di antara Dusun Logung dan Tukluk, Desa Kerjo Lor sudah termakan usia karena dibangun sebelum Indonesia merdeka. “Jembatan sempit, lebar hanya tiga meter. Sehingga tidak bisa untuk papasan mobil dan motor,” terangnya, Kamis (20/6).

Diakuinya, fungsi jembatan sangat vital, karena menjadi jalan alternatif mengurai kepadatan kendaraan di simpang empat Ngadirojo. “Jalan ini dulu menjadi akses utama ke TPA (tempat pembungan akhir, Red) Ngadirojo sebelum ada jalur selatan atau Patoan. Truk sampah biasa melalui jalan ini,” kata dia.

Dengan melintasi jembatan tersebut, dari gapura Dusun Gayam (Jalan Sidoharjo-Ngadirojo) ke Dusun Patoan (Jalan Ngadirojo-Baturetno) dapat ditempuh dalam jarak tiga kilometer. Namun, jika melalui simpang empat Ngadirojo dari arah Sidoharjo ke arah Baturetno (Pacitan) harus memutar sejauh enam kilometer. “Jembatannya sudah tua. Ada yang retak-retak. Kami minta untuk direhab," terang Wisnu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo F.X. Pranata melalui Kepala Bidang Bina Marga Prihadi Ariyanto mengakui, jembatan Logung di Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo sudah uzur. Pemkab berencana memperbaikinya tahun ini.

“Ya kondisinya memang seperti itu. Akan dibangun tahun ini dengan anggaran Rp 495 juta,” tutur dia.

Selain Jembatan Logung, ada delapan jembatan lain  yang akan diperbaiki dengan APBD 2019 ini. Setiap jembatan anggarannya sekitar Rp 400 juta-Rp 900 juta.

Jembatan tersebut antara lain Blaraksari di,  Kecamatan Tirtomoyo, Jembatan Kedunggupit dan Jembatan Watulembu di Kecamatan Eromoko, Jembatan Ronggojati di Kecamatan Batuwarno. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia