Rabu, 21 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kepala Dinas Dirombak, Minta ASN Sekolah S2

21 Juni 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Perdana

Kepala Dinas Dirombak, Minta ASN Sekolah S2

SOLO - Pemkot Surakarta kembali melakukan mutasi sejumlah pejabat di organisasi perangkat daerah (OPD). Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo meminta aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Hal itu disampaikan wali kota saat melantik 64 ASN di Balai Tawangarum, Kamis (20/6). Pria yang akrab disapa Rudy itu menyebut masih ada beberapa jabatan yang belum terisi lantaran minim sumber daya manusia (SDM). Jumlah ASN di Kota Bengawan tidak mampu menutup seluruh pos yang dibutuhkan mulai dari staf, seksi, bidang hingga kepala dinas.

“ASN yang baru S1 saya minta sekolah lagi. Sebab, jabatan karir di pemerintahan kalau cuma S1 tidak bisa menjadi kepala dinas. Maksimal kepala bidang. Agar bisa meniti karir ya sekolah lagi, kan juga nggak rugi,” katanya.

Hal itu diamini oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Surakarta Rachmat Sutomo. Dia memetakan kebutuhan ASN di kantor kelurahan saat ini cukup tinggi. Banyak kepala seksi (kasi) di kelurahan yang pensiun namun belum terisi.

“Kalau sampai dengan kemarin data kami untuk mencari profil kasi kelurahan sudah mulai agak susah,” katanya. 

Sebagai solusi, pemkot menggeser staf di OPD untuk menjadi kasi di kelurahan terlebih dahulu sebelum meniti karir yang lebih tinggi di OPD. “Jadi kami mohon pemahamannya kalau OPD-OPD mungkin orang-orang yang sebenarnya diandalkan di OPD tapi masih staf terpaksa kami tarik ke kelurahan. Karena alurnya pak wali urut, ke kelurahan dulu baru ke kantor,” papar Rachmad.

Soal permintaan wali kota terhadap ASN untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2, dia mempersilakan masing-masing ASN untuk mengambil keputusan. Pemkot memiliki program tugas belajar  dengan anggaran seluruhnya dari pemerintah. Sayangnya ketersediaan anggaran untuk program tersebut masih sangat minim.

“Itu mangga urusan akademis. Sebab, dalam undang-undang, jadi kasi dan kabid persyaratannya hanya S1. Tapi kalau persaingan ada yang S1 dan S2, ya lebih baik S2,”katanya.     

Pelantikan pejabat di lingkungan pemkot kemarin berjalan khidmat. Sejumlah posisi kepala OPD yang ditinggal pensiun atau pun sakit sudah terisi. Seperti Heru Sunardi yang dilantik sebagai kepala dinas perdagangan menggantikan Subagiyo yang purna mulai 1 Juni lalu. Yohanes Pramono menggantikan Suwarta sebagai kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil, dan Tulus Widayat menjadi kepala badan perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah menggantikan Ahyani yang kini menjadi sekretaris daerah. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia