Senin, 23 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Kekecewaan Suporter pada Sikap Manajemen Persis

Ancam Boikot Satu Musim

22 Juni 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Perdana

LOYAL: Aksi Pasoepati saat mendukung Persis di Stadion Manahan Solo.

LOYAL: Aksi Pasoepati saat mendukung Persis di Stadion Manahan Solo. (LOYAL: Aksi Pasoepati saat mendukung Persis di Stadion Manahan Solo.)

Share this      

SOLO – Pasoepati dan Surakartans sepertinya benar-benar cukup berang dengan apa yang dilakukan manajemen Persis Solo, yang sepertinya cuek bebek terhadap apa yang diinginkan suporter. Keinginan suporter melihat iktikad baik manajemen Persis untuk mendekati suporter. Harapan utama pemain ke-12 (sebutan suporter) sejatinya hanya ingin melihat manajemen membuka diri untuk mau berkoordinasi terkait langkah Persis di Liga 2, tapi nyatanya tak ada tanggapan positif yang diperlihatkan.

”Puncak kekecewaan kita tentu bukan semata karena launching Persis digelar di Madiun saja. Jauh sebelum itu, kami sudah meminta ada pertemuan suporter dengan petinggi manajemen yang ada di Jakarta, tujuannya tentu kami hanya ingin dengan visi misi mereka untuk Persis musim ini. Tapi surat permintaan kita benar-benar tak digubris,” ucap Presiden DPP Pasoepati, Aulia Haryo kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Dua diskusi sudah dilakukan sudah dilakukan, yang merujuk pasa satu kata. Yakni Pasoepati dan Surakartans sepertinya akan melakukan aksi tak menggelar tur resmi saat Persis bertanding. Baik laga kandang maupun tandang satu musim.

Diskusi terbuka antara Pasoepati, dan Surakartans memang sudah berjalan dua kali. Di gedung Sekarpace (16/6), dan di Hotel Grand Sae (20/6) malam. Dalam diskusi terakhir, DPP Pasoepati juga sudah mengumbar beberapa hasil notulen diskusi yang dihadiri oleh beberapa elemen suporter di Solo.

Seperti poin memboikot semua laga Persis di kompetisi Liga 2, baik home maupun away. Kecuali laga Derby Mataram melawan PSIM Jogja. 

Suporter Solo jugaberencana bertemu dengan stakeholder di Kota Solo dalam waktu dekat, baik itu Askot PSSI Surakarta, maupun Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

”Kami (Pasoepati) dan Surakartans sepertinya ikut sepakat untuk tidak membuka komunikasi lagi dengan manajemen. Dan kata boikot memang yang paling deras menggema. Suporter juga menganggap manajemen baru ini selama tiga musim menukangi Persis kami anggap gagal. Prestasi persis juga menurun drastis, ditambah tak ada niat mereka untuk merangkul semua pihak,” tegas pria yang akrab disapa Rio tersebut.

Manajer Persis ternyata ikut angkat bicara terkait hal tersebut. Catur Prasetya mengakui waktu yang mepet yang diberikan petinggi klub kepadanya untukmenjabat sebagai manajer Persis tentu jadi kendala utamanya. Ditunjuk jadi manajer dua hari sebelum launching tim Persis di Madiun, ditambah harus mempersiapkan laga tandang perdana di Liga 2 di Kalimantan tentu jadi alasan pihaknya belum bisa menemui suporter di Solo.

”Setelah laga di Kalimantan, secepatnya manajemenakan duduk bersama dengan suporter di Solo. Ini mungkin hanya masalah miskomunikasi saja,” ucap Catur. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia