Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Empat Formasi RSUD Bung Karno Minim Peminat

22 Juni 2019, 14: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Empat Formasi RSUD Bung Karno Minim Peminat

SOLO - Empat formasi rekrutmen calon pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Semanggi tak ada peminat. Pemkot Surakarta berencana membuka rekrutmen ulang untuk mengisi kekosongan formasi.

Keempat formasi itu adalah dokter spesialis anestesi, dokter spesialis gigi dan mulut, dokter spesialis radiologi, dan teknik elektromedik. Dokter-dokter spesialis itu dibutuhkan untuk memberikan pelayanan medik spesialis penunjang sebagai syarat pendirian rumah sakit (RS) tipe C. 

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Surakarta Setyowati mengatakan, rekrutmen yang dibuka beberapa waktu lalu mencari 160 tenaga kerja dengan perjanjian kerja (TKPK) pada 40 formasi.  “Karena masih ada yang kosong, kami akan izin wali kota untuk buka rekrutmen lagi untuk formasi tersebut,” katanya, Jumat (21/6).

Setyowati mengaku kesulitan mengisi formasi dokter spesialis tersebut, lantaran mereka umumnya selektif dalam memilih tempat praktik. Menurutnya, setiap dokter hanya bisa praktik maksimal di tiga tempat. Alasan inilah yang mendorong dokter spesialis ingin bekerja di tempat yang paling menjanjikan. “Sementara untuk teknisi elektromedis, lulusan formasi itu sangat terbatas,” imbuhnya.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Bung Karno Lilik Prabowo mengatakan, standar minimal operasional RS yang melayani 100 tempat tidur, salah satunya memiliki karyawan berjumlah 225 orang. Ratusan karyawan itu tak hanya tenaga medis, tapi juga petugas administrasi dan keamanan. 

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No.56/2014, perinciannya untuk empat pelayanan medis dasar, masing-masing dua dokter spesialis, satu dokter spesialis untuk pelayanan medik spesialis penunjang, serta satu dokter spesialis gigi dan mulut.

“Empat pelayanan medik dasar tersebut, yakni, penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, serta obstetri dan ginekologi. Sedangkan pelayanan medik spesialis penunjang, meliputi anestesiologi, radiologi, dan patologi klinik,” ujarnya.

Empat pelayanan tersebut wajib ada. Sehingga pemkot membuka rekrutmen ulang.  “Kami harus mengisi formasi-formasi itu untuk mengurus izin operasional. Bisa juga izin operasional keluar dengan catatan syarat harus dipenuhi dalam waktu tiga bulan,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia