Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Hari Ini Verifikasi Berkas PPDB Online SMA

Tidak Perlu Berebut Mendaftar

24 Juni 2019, 06: 40: 59 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri.

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri.

Share this      

 SOLO - Verifikasi berkas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA dimulai hari ini (24/6). Calon siswa baru dipersilakan melakukan verifikasi berkas di sekolah manapun yang terdekat dengan tempat tinggalnya atau sekolah lain dengan antrean tidak panjang. Selain itu, tidak perlu berebut siapa paling cepat mendaftar karena penentuan tetap berdasarkan zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Jumeri menekankan, Senin hari ini (24/6), jadwal pengambilan token sekaligus verifikasi kelengkapan dokumen untuk calon siswa SMA mulai dibuka. Sementara, untuk SMK sudah sejak Senin lalu (17/6) dan masih terus berjalan hingga Jumat (28/6).

“Mereka bisa datang ke sekolah negeri mana pun atau yang terdekat untuk mengambil token,” ujar Jumeri, Minggu kemarin (23/6).

Diakui, banyak informasi berseliweran yang mengatakan jika siapa yang tercepat mendaftar akan diterima. Jumeri menegaskan, informasi tersebut tidak benar. Sebab, seleksi PPDB di Jawa Tengah tetap mengacu pada tiga jalur, yakni jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

“Untuk jalur zonasi, dasarnya jarak rumah dari sekolah yang dituju. Bukan siapa yang paling cepat mendaftar yang akan diterima,” tegasnya.

Jumeri menambahkan, pertimbangan paling cepat hanya digunakan untuk memperebutkan satu kursi terakhir yang tersedia di setiap sekolah. Misalnya, jika satu SMA negeri menerima peserta didik sebanyak 10 rombongan belajar (rombel), atau 360 siswa, maka posisi ke-360 itu baru akan diambilkan dari pendaftar tercepat saat ada lebih dari satu peserta pada posisi itu, yang jarak rumahnya sama. Sedangkan urutan kursi 1 hingga 359 tetap ditentukan berdasarkan jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

“Jadi, tidak perlu resah, tidak usah hadir ke sekolah dini hari karena ingin cepat-cepatan. Datang saja pada jam kerja karena dasar penentuannya bukan siapa paling cepat,” tandas Jumeri.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Surakarta Agung Wijayanto juga menekankan hal senada. “Jadi verifikasi bisa di mana saja. Tapi diterimanya belum tentu di sekolah itu. Misalnya, pendaftar yang tinggal di daerah dekat SMAN 6, ya verifikasinya di sini saja. Meskipun daftarnya tidak di SMAN 6,” jelas kemarin.

Sistem PPDB kali ini akan melacak pendaftar ke sekolah yang terdekat dengan tempat tinggalnya dan kuota yang belum penuh. Agung mencontohkan meski pendaftar asal Nusukan, Banjarsari melakukan verifikasi berkas di SMAN 1 Solo, belum tentu pendaftar tersebut akan diterima di sekolah tersebut.

“Artinya, boleh-boleh saja mau daftar di sekolah mana dan verifikasi berkas di mana saja. Karena kami khawatir, masyarakat akan berharap ke satu sekolah saat verifikasi berkas itu. Jadi membeludak di satu sekolah. Misalnya SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, dan SMAN 6 kan satu zona. Kalau semuanya verifikasi di SMAN 1 kan repot juga. Kan verifikasi prosedurnya banyak,” ujarnya.

Bagi sekolah-sekolah yang lokasinya menyendiri, seperti SMAN 4 dan SMAN 7, Agung memprediksi akan diserbu pendaftar. Selain animo masyarakat yang tinggi, sekolah negeri terdekat di daerah tersebut hanya satu.

Bagi peserta yang saat simulasi sempat bermasalah dengan nomor surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN), Agung mengimbau agar peserta membawa nomor peserta ujian nasional agar tetap bisa masuk dalam sistem.

“Bawa nomor peserta ujian nasional saja. Karena data dan nilai anak sudah ada dalam sistem. Jadi itu akan terkonfirmasi secara online,” imbaunya.

Bagi peserta dari jalur perpindahan orang tua, Agung juga menekankan agar membawa surat keterangan mutasi dari instansi yang menjelaskan lokasi perpindahan tugas. Bukan surat keputusan (SK) penempatan tugas.

“Kalau hanya bawa SK, kan belum tentu orang tuanya ikut mutasi atau tidak. Maka yang diperlukan dalam jalur ini adalah surat keterangan mutasi, bukan SK,” tegasnya.

            Sebagai informasi, proses PPDB online SMA dimulai verifikasi 24-28 Juni. Sedangkan SMK 17-28 Juni. Sedangkan pendaftaran mandiri online 1-5 Juli. Dan pengumuman hasil seleksi onlini 9 Juli.

(rs/aya/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia