Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Gaungkan Pesan Persatuan lewat Kirab Bhineka

24 Juni 2019, 15: 44: 21 WIB | editor : Perdana

PLURAL: Kirab seni warga Gandekan, Kecamatan Jebres menampilkan potensi warga lokal dengan membawa pesan persatuan.

PLURAL: Kirab seni warga Gandekan, Kecamatan Jebres menampilkan potensi warga lokal dengan membawa pesan persatuan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Keberagaman adalah aset bangsa. Warga Gandekan, Kecamatan Jebres, ini memiliki cara tersendiri mempersatukan elemen masyarakat melalui budaya dan seni. 

Kirab bhineka menjadi daya tarik bagi warga setempat. Selain membawa pesan persatuan, kirab ini sekaligus untuk memperingati hari lahir Pancasila pada 1 Juni lalu. 

Kirab dimulai pukul 15.00 WIB, sejumlah ruas jalan di sekitar kelurahan setempat penuh dipadati para peserta kirab. Tua muda berkumpul jadi satu dalam balutan kostum unik khas RW masing-masing yang sengaja dikenakan untuk laku lampah pada kirab tersebut. 

Meski skala lokal, kirab sore itu tak kalah hebat dengan berbagai kirab akbar yang digelar Pemkot Solo. Hal ini tentu tak lepas dari kekompakan warga Gandekan dalam mempersiapkan kirab tahun ini. 

“Semua warga nyengkuyung bareng. Dan semuanya terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, hingga bocah juga ikut memeriahkan acara ini,” kata Lurah Gandekan Arik Rahmadani, kemarin. 

Di sepanjang rute kirab, warga di sekitar Kelurahan Gandekan mulai bersiap dengan telepon genggam masing-masing. Mode camera telepon genggam canggih pun disiapkan untuk mengabadikan momen setahun sekali itu. Kerumunan warga pun makin padat jelang puncak kegiatan. Usai kirab, pemangku kelurahan setempat menggelar pentas budaya dengan sajian tari kolosal yang dikemas dengan apik nan fenomenal. 

Kemeriahan tak berakhir saat itu. Menariknya, pemangku wilayah setempat seakan memiliki visi lebih jauh dengan tarian kolosal itu. Karena itu, pada kesempatan tersebut pihak kelurahan sengaja mencetuskan gebrakan baru dalam ranah pelestarian budaya. Mereka mencetuskan sebuah sanggar kesenian baru yang diberi nama Gendekan Gumlegar. 

“Warga Gandekan sepakat untuk membentuk sanggar kesenian ini yang melingkupi seni ketoprak, tari, dan seni rupa (mural). Kami juga mengajukan permohonan bantuan untuk seperangkat gamelan agar bisa dipakai untuk latihan,” kata Arik. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia